LWxcLWJbNaR6MGJ8NGJbNWp5NCMkyCYhADAsx6J=
×
iklan banner
MASIGNCLEANSIMPLE101

Perang Khandaq Bagian 2 – Hancurnya Yahudi Bani Qurayza

Hancurnya Pasukan Sekutu
Strategi “pecah-belah” Nuaym tampaknya berhasil. Para pemimpin Pasukan sekutu akhirnya mengirim Ikrimah ke Bani Qurayza, Namun Qurayza menuntut lebih banyak sandera khususnya para pemimpin sebagai jaminan bahwa kekuatan sekutu tidak akan meninggalkan mereka bila terjadi kekalahan. Kekuatan Sekutu jelas menolak hal terebut, mengingat bahwa Bani Qurayza mungkin saja berpihak kepada Muhammad . Negosiasi yang alot pun terjadi dan pesan berulang kali dikirim bolak-balik antara ke 2 pihak, tetapi masing-masing berpegang teguh pada posisinya. 

Abu Sufyan lalu memanggil Huyayy ibn Akhtab, memberitahukan kepadanya tentang tanggapan Qurayza. Huyayy terkejut dan Abu Sufyan mencapnya sebagai "pengkhianat". Khawatir akan keselamatan hidupnya, Huyayy melarikan diri ke Bani Qurayza. Disaat yang sama, suku arab Badui lainnya yang tergabung dalam persekutuan seperti, Ghatafan, dan suku-suku dari Najd sudah berkompromi dan bernegosiasi dengan Muhammad . Karena pada dasarnya mereka ikut dalam perang ini hanya agar mendapat barang jarahan/ rampasan perang, bukan karena alasan pribadi. Dan mereka kehilangan harapan ketika peluang untuk menang berkurang, dan tidak tertarik lagi melanjutkan pengepungan. Situasi pasukan Sekutu berada dalam kekacauan ditandai oleh saling tuding dan saling curiga satu sama lain.

Selain perpecahan internal, pasukan sekutu juga mnghadapi masalah lainnya berupa kurangnya pasokan makanan, kuda dan unta mati karena kelaparan dan luka. Serta cuaca yang sangat dingin dan basah. Angin kencang memadamkan api, tenda-tenda mereka rusak, pasir dan hujan menghantam wajah mereka, dan mereka ketakutan oleh oleh serangan musuh dan penghkianatan. Pada malam hari, akhirnya pasukan Sekutu memilih mundur, dan pada pagi hari, tanah Madinah sudah bersih dari semua pasukan musuh.

Kematian Bani Qurayza
Setelah mundurnya pasukan Sekutu, wilayah Bani Qurayza dikepung oleh pasukan Muslim. Setelah pengepungan selama 25 hari, Bani Qurayza akhirnya menyerah tanpa syarat. Ketika suku Bani Qurayza menyerah, tentara Muslim merebut benteng dan harta benda mereka. 

Perwakilan dari Bani Aus yang dulunya merupakan sekutu Bani Qurayza, bernama Sa'ad ibn Mu'adh, dipilih untuk menetukan nasib Bani Qurayzah. Ia akhirnya  memutuskan hukuman menurut Taurat, di mana para pria akan dibunuh dan para wanita dan anak-anak diperbudak.   Rasulullah menyetujui keputusan ini, dan di hari berikutnya hukuman dijatuhkan.  Laki-laki  yang berjumlah antara 400 - 900  orang diikat dan ditempatkan di bawah pengawasan Muhammad ibn Maslamah, sementara para wanita dan anak-anak ditempatkan di bawah Abdullah ibn Salam.

Menurut catatan sejarah Muhammad Ibn Ishaq, ada seorang wanita yang telah melemparkan batu dari atas benteng selama pengepungan dan membunuh salah seorang Muslim, ia juga dipenggal bersama dengan para pria.  Rampasan perang, termasuk para wanita dan anak-anak, dibagi di antara orang-orang Muslim yang ikut serta dalam pengepungan dari kalangan Muhajirin dan Anshar.

Sumber Al-Quran
Sumber lainnya yang mengisahkan tentang kejadian tersebuat adalah terdapat pada surat Al-Ahzab, ayat 10-22, dimana  Syaikhul Islam Ibnu Katsir menyebutkan dalam kitabnya tafsirnya mengenai ayat ini sebagai berikut:
Allah memberi tahu kita tentang berkah dan nikmat yang Dia limpahkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman ketika Dia mengalihkan musuh-musuh mereka dan mengalahkan mereka pada tahun ketika mereka berkumpul dan merencanakan. Itu adalah tahun Al-Khandaq, pada Syawal tahun 5 H menurut pendapat yang shahih. Musa bin `Uqbah dan yang lainnya mengatakan bahwa itu terjadi pada tahun ke 4 H. Alasan mengapa Pasukan Sekutu datang adalah bahwa sekelompok pemimpin Bani Nadir, yang telah diusir Rasulullah dari Kota Madinah ke Khaybar, termasuk Sallam bin Abu Al-Huqayq, Sallam bin Mishkam dan Kinanah bin Ar-Rabi` , pergi ke Mekah di mana mereka bertemu dengan para pemimpin Quraisy dan menghasut mereka untuk berperang melawan Nabi. Mereka berjanji akan memberi mereka bantuan dan dukungan, dan Quraisy setuju untuk itu. Kemudian mereka pergi ke suku Ghatafan dengan panggilan yang sama, dan mereka juga merespons. Orang Quraish keluar bersama orang-orang nya dari berbagai suku dan pengikut mereka, di bawah kepemimpinan Abu Sufyan bin Harb. Ghatafan dipimpin oleh `Uyaynah bin Hisn bin Badr. Semuanya berjumlah hampir sepuluh ribu. Ketika Rasulullah mendengar bahwa mereka telah berangkat, ia memerintahkan kaum Muslim untuk menggali parit (Khandaq) di sekitar kota Madinah dari timur. Ini atas saran Salman Al-Farisi, semoga Allah meridhoinya. Jadi orang-orang Muslim melakukan ini, bekerja keras, dan Rasulullah bekerja bersama mereka, menggali dan mengangkat tanah, dan dalam proses tersebut terjadi banyak keajaiban dan tanda-tanda yang jelas. Para penyembah berhala datang dan berkemah di utara Madinah, dekat Uhud, dan beberapa dari mereka berkemah di tanah tinggi yang menghadap Madinah, seperti yang dikatakan Allah:
(Ketika mereka mendatangimu dari atas dan dari bawah,) Rasulullah keluar dengan orang-orang beriman, yang jumlahnya hampir tiga ribu, atau dikatakan bahwa mereka berjumlah tujuh ratus. Mereka memiliki punggung mereka menuju (gunung) Sal` dan sedang menghadapi musuh, dan parit, di mana tidak ada air, berada di antara kedua kelompok, mencegah pasukan kavaleri dan infantri mencapai mereka. Para wanita dan anak-anak berada di benteng Kota Madinah. Bani Qurayzah, yang merupakan kelompok di antara orang-orang Yahudi, memiliki sebuah benteng di tenggara Madinah, dan mereka telah membuat perjanjian dengan Nabi dan berada di bawah perlindungannya. Mereka berjumlah hampir delapan ratus pejuang. Huyay bin Akhtab An-Nadari mendatangi mereka dan terus berusaha membujuk mereka sampai mereka melanggar perjanjian dan pergi ke sisi Pasukan sekutu dan melawan Rasulullah . Krisis semakin dalam dan segalanya menjadi lebih buruk ... [Tafsir ibn Katsir tentang Quran 33:10]
Peristiwa ini juga disebutkan dalam Hadits Bukhari dan juga oleh Imam Muslim serta dalam kitab-kitab sejarah islam dan lainnya, Wallahu A’lam © Sejarah Islam
Perang Khandaq
Tahun
627 M, Bulan Syawwal 5 Hijriah
Lokasi
Madinah
Hasil
Kekalahan Pasukan Sekutu
Kemenangan Umat Muslim
Pihak terlibat
Umat Muslim :
-      Muhajirin
-      Anshar
-      Suku Aus
-      Suku Kharaj
Pasukan Sekutu :
-   Quraish Mekah
-   Yahudi Bani Qainuqa
-   Yahudi Bani Nadhir
-   Bani Murra
-   Bani Ghatafan
-   Bani Asad
-   Bani Shuja
Pemimpin
Nabi Muhammad
Abu Sufyan
Korban
4 Terbunuh
9 Terbunuh
Share This Article :
8718423275451420981