LWxcLWJbNaR6MGJ8NGJbNWp5NCMkyCYhADAsx6J=
×
iklan banner
MASIGNCLEANSIMPLE101

Ekspdisi Daumatul Jandal - Suku Perbatasan Syam

Sejarah-Islam.com
Ekspedisi Daumatul Jandal  adalah ekspedisi Muslim awal yang terjadi pada bulan Agustus-September tahun 626 Masehi atau tahun 4-5 Hijriyah. Menurut penulis sejarah  Islam, Safiur Rahman Mubarakpuri, Dumat al-Jandal terletak sekitar 15 (lima belas) hari perjalanan dari Madinah dan 5 (lima) hari Damaskus dan menurut sejarawan barat, jaraknya  sekitar 600 km dari Madina.

Menurut sejarah Islam setelah jeda enam bulan kegiatan militer, Rasulullah Muhammad menerima informasi bahwa beberapa suku, di sekitar Daumatul Jandal, di perbatasan Syam, melakukan perampokan dan penjarahan di jalur perdagangan antara Madinah – Syam, untuk menyerang kaum Muslimin secara ekonomi.

Beliau segera menunjuk Siba 'bin' Arfatah Al-Ghifari untuk menjadi Imam di Madinah selama kepergian Beliau dalam ekspedisi ini dan berangkat bersama lebih dari 100- (seribu) pasukan Muslim, seorang pria bernama Madhkur, dari Banu Udhrah, adalah pemandu jalannya.

Dalam perjalanan ke Daumatul Jandal, pasukan Muslim biasa berjalan di malam hari dan bersembunyi di siang hari, sehingga mereka dapat mengejutkan musuh. Ketika tujuan mereka sudah dekat, pasukan Muslim menemukan bahwa para perampok telah melarikan diri ke tempat lain, sehingga pasukan Muslim hanya menangkap hewan ternak gembalaan mereka. 

Rasulullah tinggal di sana selama 5 (lima) hari, dan Beliau juga mengirim pasukan khusus untuk memburu musuh yang kabur tetapi tidak menemukannya. Beliau juga membuat perjanjian dengan 'Uyainah bin Hisn sebelum kembali ke Madinah.

William Montgomery Watt mengklaim bahwa ini adalah ekspedisi paling signifikan yang diperintahkan Nabi Muhammad pada saat itu, meskipun hanya mendapat sedikit pemberitahuan di sumber-sumber utama. Dumat al-Jandal berjarak 500 mil dari Medina, dan Watt mengatakan bahwa tidak ada ancaman langsung terhadap Muhammad , selain kemungkinan komunikasinya ke Suriah dan pasokan ke Madinah terganggu. Watt berkata, "Sangat menggoda untuk menganggap bahwa Muhammad sudah membayangkan sesuatu dari ekspansi yang terjadi setelah wafatnya", dan bahwa pergerakan pasukannya yang cepat pastilah "mengesankan semua orang yang mendengarnya".

Ibnu Ishaq berkata: Lalu Rasulullah kembali pulang ke Madinah dan tinggal di sana beberapa bulan hingga bulan Dzulhijjah usai. Ini merupakan tahun ke-empat semenjak kedatangan Rasulullah di Madinah. Kemudian Rasulullah berangkat untuk memerangi Daumatul Jandal.

Ibnu Hisyam berkata: Itu terjadi pada bulan Rabi'ul Awwal dan Rasulullah mengangkat Siba' bin Urfuthah Al-Ghifari untuk sementara sebagai imam di Madinah. Lalu Beliau pulang ke Madinah sebelum tiba di Daumatul Jandal karena tidak adanya perlawanan. Beliau menetap di Madinah di sisa-sisa hari tahun itu. © Sejarah Islam
Ekspedisi Daumatul Jandal
Tahun
626 M, 4-5 Hijriah
Lokasi
Daumatul Jandal
Hasil
·       Rasulullah tinggal di daumatul Jandal selama 5 hari
·       Suku sekitar Daumatul Jandal melarikan diri
·       Rasulullah membuat penjanjian dengan suku setempat
Pihak terlibat
Muslim
Suku sekitar Daumatul Jandal
Pemimpin
Nabi Muhammad
-
Kekuatan
1000+ Pasukan
Tidak diketahui
Share This Article :
8718423275451420981