LWxcLWJbNaR6MGJ8NGJbNWp5NCMkyCYhADAsx6J=
×
iklan banner
MASIGNCLEANSIMPLE101

Pengepungan Bani Nadhir - Pengusiran Yahudi dari Madinah

Sejarah-Islam.com
Pengepungan Bani Nadhir terjadi pada bulan Agustus 625 M atau bulan Rabi'ul Awwal tahun ke-4 Hijriyah. Peristiwa ini juga disebutkan dalam Al-Qur’an surah Al-Hasr, yang menggambarkan pembuangan orang Yahudi Suku Bani Nadhir yang diusir dari Madinah setelah berkomplot untuk membunuh Rasulullah, Nabi Muhammad .

Dalam catatan Sejarah Islam, Ibnu Ishaq berkata: Rasulullah keluar menuju Bani Nadhir untuk meminta bantuan diyat bagi dua korban dari Bani Amir yang dibunuh Amr bin Umaiyyah Adh-Dhamri karena jaminan perlindungan Rasulullah kepada keduanya. Bani An-Nadhir dan Bani Amir telah menjalin persekutuan dan perjanjian. Ketika Rasulullah sampai di tempat Bani An-Nadhir, mereka berkata: "Wahai Abu Al-Qasim kami akan berusaha membantumu."


Mereka meminta Beliau serta para sahabatnya untuk duduk di bawah dinding rumah mereka dan menunggu. Lalu orang-orang Bani Nadhir berkumpul, tiba-tiba seorang dari Bani Nadhir naik ke atas rumah untuk menjatuhkan batu ke atas kepala Rasulullah . Ketika itu Rasulullah ditemani Abu Bakar, Umar bin Khaththab, dan Ali bin Abu Thalib. Namun saat itu Rasulullah  menerima wahyu dari langit tentang apa yang akan dilakukan orang-orang Bani Nadhir.

Ilustrasi Pengepungan Bani Nadhir

Oleh karenanya, Rasulullah segera beranjak dan pulang ke Madinah. Rasulullah menjelaskan kepada para sahabat rencana makar orang-orang Yahudi untuk membunuh dirinya. Rasulullah lalu memerintahkan para sahabat untuk bersiap-siap untuk memerangi suku Bani Nadhir.

Rasulullah  kemudian menunjuk Ibnu Ummi Maktum sebagai imam sementara di Madinah selama Rasulullah berada di Bani An-Nadhir. Rasulullah pergi bersama sahabat dan beristirahat bersama mereka. Rasulullah mengepung orang-orang Bani Nadhir selama 6 (enam) hari - dalam riwayat lain 15 (lima belas) hari, dan saat itulah turun ayat pengharaman khamar.

Rasulullah  memerintahkan mereka untuk meninggalkan Madinah dalam sepuluh hari. Bani Nadhir pada awalnya setuju untuk mematuhi, tetapi Abdullah ibn Ubay, kepala suku Khazraj, membujuk mereka untuk melawan di benteng mereka, berjanji untuk mengirim 2.000 orang untuk membantu mereka. Huyai ibn Akhtab memutuskan untuk melakukan perlawanan, meskipun ada pertentangan di dalam suku tersebut.


Bani Nadhir mendapatkan kembali kepercayaan diri mereka dan bertekad untuk bertarung. Pemimpin mereka Huyai bin Akhtab berharap penuh dengan apa yang dikatakan Abdullah ibn Ubay. Jadi dia mengirim pesan kepada Rasulullah yang berbunyi: "Kami tidak akan meninggalkan rumah kami. Lakukan apa pun yang kamu suka." 

Ketika pasukan Rasulullah menyerang, maka orang-orang Bani Nadhir berlindung di benteng-benteng mereka. Allah kemudian menurunkan rasa takut ke dalam hati orang-orang Bani Nadhir, dan dengan “bantuan” yang mereka harapkan tak kunjung datang, mereka akhirnya menyerah dengan ketentuan bahwa Rasulullah harus melindungi darah mereka ketika mereka keluar dari benteng mereka, dan juga mereka berhak atas harta  yang bisa diangkut oleh unta mereka kecuali seluruh peralatan perang.

Rasulullah memenuhi permintaan mereka. Setelah mereka mengambil hartanya masing-masing yang bisa diangkut unta. Mereka pergi ke Khaybar ada pula di antaranya yang pergi ke kawasan Syam. Ketika mereka tiba di Khaybar, penduduk disana berpihak kepada mereka.

Tentang Bani Nadhir ini, turunlah surat Al-Hasyr secara keseluruhan. Di dalamnya disebutkan hukuman yang ditimpakan Allah kepada mereka, kemenangan Rasulullah atas mereka, dan apa yang diperbuat Sang Nabi terhadap mereka. Allah Ta'ala berfirman:

هُوَ ٱلَّذِيٓ أَخۡرَجَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ مِن دِيَٰرِهِمۡ لِأَوَّلِ ٱلۡحَشۡرِۚ مَا ظَنَنتُمۡ أَن يَخۡرُجُواْۖ وَظَنُّوٓاْ أَنَّهُم مَّانِعَتُهُمۡ حُصُونُهُم مِّنَ ٱللَّهِ فَأَتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِنۡ حَيۡثُ لَمۡ يَحۡتَسِبُواْۖ وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ ٱلرُّعۡبَۚ يُخۡرِبُونَ بُيُوتَهُم بِأَيۡدِيهِمۡ وَأَيۡدِي ٱلۡمُؤۡمِنِينَ فَٱعۡتَبِرُواْ يَٰٓأُوْلِي ٱلۡأَبۡصَٰرِ  ٢

“Dialah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai wawasan”
(QS. Al-Hashr: 2)

Peristiwa ini juga disebutkan dalam catatan sejarah lainnya, termasuk juga didalam Al-Quran surah al-Hashr dalam keseluruhan surah. Wallahu A’lam. © Sejarah Islam
Pengepungan Bani Nadhir
Tahun
Agustus 625 M, 4 Hijriah
Lokasi
Madinah
Hasil
Pengepungan Rasulullah dan sahabatnya berhasil :
·       Bani Nadhir diusir, Kaum Muslim menyita alat perang mereka dan mengambil barang-barang mereka sebagai Ghanimah
Pihak terlibat
Muslim
Yahudi Bani Nadhir
Share This Article :
8718423275451420981