LWxcLWJbNaR6MGJ8NGJbNWp5NCMkyCYhADAsx6J=
×
iklan banner
MASIGNCLEANSIMPLE101

Perang Sawiq - Balas dendam Abu Sufyan atas kekalahan di Badar


Perang Sawiq terjadi setelah kekalahan suku Quraish dalam Pertempuran Badar. Ketika Abu Sufyan bin Harb tiba di Makkah, ia mendengar kekalahan kaum Quraish di Badar, sehingga ia marah dan bernazar bahwa tidak akan ada air yang menyentuh kepalanya karena junub (tidak menggauli isterinya) hingga ia menyerang Muhammad .

Maka ia pun berangkat dan keluar dari Makkah bersama dengan 200 (dua ratus) pasukan Quraish demi menebus nazarnya. Abu Sufyan bin Harb berjalan melewati tanah tinggi yang rumit, hingga akhirnya ia tiba di depan jalur ke arah Gunung Tsaib yang berjarak kurang lebih 19 km dari Madinah.

Ketika malam, Abu Sufyan pergi menuju Bani Nadhir. Setibanya di rumah Huyay bin Al Akhthab lalu mengetuk pintu rumahnya, namun karena ada rasa khawatir Huyay bin Akhthab menolak membuka pintu untuknya.

Abu Sufyan bin Harb segera berpindah pergi ke rumah Sallam bin Misykam. Sallam bin Misykam adalah tokoh sangat berpengaruh di Bani Nadhir dan penjaga harta kekayaan mereka. Abu Sufyan bin Harb meminta Sallam bin Misykam mengizinkan dirinya masuk rumah dan Sallam bin Misykam mengizikannya.

Sallam bin Misykam menjamu Abu Sufyan dan memberi banyak informasi kepadanya. Pada penghujung malam, Abu Sufyan bin Harb keluar dari rumah Sallam bin Misykam ke tempat para sahabatnya, lalu ia mengutus beberapa orang Quraisy ke Madinah. Anak buah Abu Sufyan bin Harb tiba di Al-Uraidh kemudian mereka membakar perkebunan kurma di sana.

Di Al Uraidh, mereka bertemu salah seorang Anshar dan temannya yang sedang berada di ladang mereka, lalu mereka membunuh kedua orang tersebut. Mengetahui hal ini, Rasulullah keluar untuk mengejar orang-orang Quraish tersebut hingga tiba di dataran rendah Al-Kudri, lalu meninggalkannya sebab beliau tidak berhasil mengejar Abu Sufyan beserta anak buahnya.

Di Al Kudri, para sahabat mendapatkan perbekalan orang-orang Quraish yang dibuang dengan tujuan untuk meringankan beban mereka ketika melarikan diri. Ketika para sahabat pulang ke Madinah bersama Rasulullah mereka bertanya: Wahai Rasulullah apakah engkau menginginkan perang untuk kami? Rasulullah menjawab: "Ya, benar."

Selama Rasulullah keluar mengikuti perang Sawiq, Beliau menunjuk Basyir bin Abdul Mundzir yakni Abu Lubabah sebagai pengganti Beliau sementara untuk menjadi imam di Madinah.

Perang ini dinamakan perang Sawiq, karena sebagian besar perbekalan yang dibuang oleh orang-orang Quraish adalah tepung (sawiq), lalu kaum muslimin mengambil tepung yang berjumlah sangat banyak itu. © Sejarah Islam
Perang Sawiq
Tahun
624 M atau 2 Hijriah
Lokasi
Madinah
Hasil
·      Abu Sufyan membakar perkebunan kurma, membunuh 2 orang muslim, dan melarikan diri
·      Umat muslim kembali membawa banyak sawiq (sejenis tepung)
Pihak terlibat
Muslim
Quraish Makkah
Tokoh dan pemimpin
Muhammad
Abu Sufyan
Kekuatan
Tidak diketahui
200 orang
Korban
2 muslim terbunuh
Tidak diketahui
Share This Article :
8718423275451420981