LWxcLWJbNaR6MGJ8NGJbNWp5NCMkyCYhADAsx6J=
×
iklan banner
MASIGNCLEANSIMPLE101

Perang Hamra Al-Asad - Intimidasi setelah Perang Uhud

Sejarah-Islam.com
Perang Hamra' al-Asad  adalah sebuah pertempuran yang terjadi pada bulan Maret 625 Masehi atau Syawal tahun ke-3 Hijriah di Hamra' al-Asad. Hamra' al-Asad adalah tanah luas di tepi Gunung 'Air yang berjarak sekitar 16 kilometer dari Masjid Al-Ghamamah sebelah barat daya kota Madinah.

Dalam perang ini orang Mekah yang pulang dari Perang Uhud, akhirnya kembali ingin memusnahkan umat Islam setelah melemahkan mereka di Uhud, dan menghancurkan mereka di Madinah. Rasulullah Muhammad berhasil mencegah hal ini. Akibatnya, orang Mekah membatalkan serangan mereka dan memutuskan untuk kembali ke Mekah.

Latar Belakang
Sehari setelah perang Uhud, yakni pada hari Ahad tanggal 16 Syawwal, penyeru Rasulullah  mengumumkan kepada kaum Muslimin dengan perintah agar mereka mengejar musuh dan agar tidak ada seorang pun yang melakukan pengejaran kecuali mereka yang ikut serta pada Perang Uhud kemarin.

Beliau bersama para sahabatnya mengejar musuh untuk menakut-nakuti mereka agar saat mereka mendengar beliau melakukan pengejaran mereka berkesimpulan bahwa beliau jauh lebih kuat, dan bahwa apa yang menimpa para sahabatnya itu sama sekali tidak melemahkan semangat juang mereka.

Ibnu Ishaq berkata: “Rasulullah berjalan hingga tiba di Hamraul Asad yang berjarak delapan sekitar mil dari kota Madinah”.

Ibnu Hisyam berkata: “Rasulullah menunjuk Ibnu Ummi Maktum sebagai imam untuk sementara di Madinah. Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam menetap di Hamraul Asad hari Selasa, Rabu, dan Kamis, kemudian pulang kembali ke Madinah.”

Ibnu Ishaq berkata: “Abdullah bin Abu Bakr berkata kepadaku bahwa Ma'bad bin Abu Ma'bad dari
Khuza'ah berjalan melewati Rasulullah
. Orang Muslim dan orang kafir Khuza'ah adalah kepercayaan Rasululiah dalam hal-hal yang bersifat rahasia di Tihamah”.

Intimidasi dengan Syair-syair
Beliau mempunyai kesepakatan dengan mereka bahwa mereka tidak boleh menyembunyikan apa saja yang terjadi di Khuza'ah. Saat itu, Ma'bad bin Abu Ma'bad adalah seorang musyrik. Ia berkata: "Wahai Muhammad, demi Allah, sungguh kami demikian berduka atas apa yang menimpa sahabat-sahabatmu dan kami berharap Allah menyelamatkanmu di tengah-tengah mereka."
Usai mengatakan itu, Ma'bad bin Abu Ma'bad pergi bertemu dengan Abu Sufyan bin Harb beserta anak buahnya di Ar-Rauha yang telah sepakat untuk kembali menghadapi Rasulullah dan para sahabatnya.

Mereka berkata: "Kita telah berhasil mengalahkan kekuatan sahabat-sahabat Muhammad, tokoh-tokoh, dan pemimpin-pemimpin mereka, apakah kemudian kita pulang sebelum berhasil membasmi mereka hingga habis. Kini kita akan kembali balik untuk menghabisi sisa-sisa mereka."

Ketika Abu Sufyan bin Harb melihat Ma'bad bin Abu Ma'bad, ia berkata: "Kabar apa yang engkau bawa, wahai Ma'bad?" Ma'bad menjawab: "Muhammad sedang melakukan dengan sahabat-sahabatnya sedang melakukan pengejaran terhadap kalian yang belum pernah aku lihat sebelumnya, karena mereka marah kepada kalian. Sahabat-sahabatnya yang tidak ikut bersamanya pada Perang Uhud kini semuanya bergabung dengannya dan menyesal karena tidak ikut perang. Mereka demikian marah kepada kalian, satu hal yang belum aku lihat sebelumnya."

Abu Sufyan bin Harb berkata: "Celakalah engkau, lalu apa pandanganmu?" Ma'bad bin Abu Ma'bad berkata: "Demi Allah, aku berpendapat hendaknya engkau pergi hingga lihat ubun-ubun kuda." Abu Sufyan bin Harb berkata: "Demi Allah, sesungguhnya kami telah sepakat untuk balik kembali ke tempat mereka dan menghabisi sisa-sisa mereka." Ma'bad bin Abu Ma'bad berkata: “Aku cegah engkau untuk melakukan tindakan seperti itu. Demi Allah, sungguh apa yang aku lihat membuatku mendendangkan syai-syair tentang mereka." Abu Sufyan bin Harb berkata: “Syair-syair seperti apa yang engkau lantunkan tentang mereka?' Ma'bad bin Abu Ma'bad berkata: "Aku berkata:

Hewan kendaraanku nyaris tersungkur karena suara-suara
Ketika bumi mengalir dengan kuda-kuda dalam berkelompok-kelompok Kuda-kuda itu lari dengan singa-singa mulia yang tidak pendek di saat perang
Tiada bersenjata dan tiada mampu bertahan di atas pelana kuda
Aku terus berlari karena menduga bumi telah menjadi miring
Kala mereka menyerangkami denganpemimpin nan pantang mundur
Aku katakan: Celakalah anak Harb bila berjumpa dengan kalian”
Jika bumi berguncang dengan sekumpulan manusia
Aku ingatkan penduduk tanah suci yang menyembah berhala secara terbuka
Bagi setiap orang yang masih berakal
Dari pasukan Ahmad yang di dalamnya tidak ada tandingan
Apa yang aku katakan ini tidak bisa diurai lewat ungkapan kata

Syair-syair di atas mengurungkan keinginan Abu Sufyan bin Harb dan anak buahnya untuk pergi ke
Madinah.

Mengumpulkan intelijen
Beberapa saat sebelum Rasulullah berangkat mengejar pasukan Quraish, ia mengirim tiga pengintai yang semuanya dari Bani Aslam, untuk melacak tentara Mekah yang pergi. Dua dari mereka bertemu tentara Mekah di Hamra al-Asad, orang-orang Quraish melihat kedua mata-mata Muslim itu, dan menangkap serta membunuh mereka, meninggalkan mayat-mayat mereka di jalan. Tidak ada yang diketahui tentang keberadaan mata-mata Muslim yang ketiga.

Para pejuang Muslim, di bawah kepemimpinan Rasulullah , pergi ke Hamra al-Asad dan menemukan dua mayat mata-mata tersebut. Begitu Beliau mengetahui bahwa orang-orang Quraish tidak ada di sana untuk menyerangnya, Ia memutuskan untuk menghabiskan tiga malam - atau lima, menurut ibn Saad sebelum kembali ke Madinah. 

Setelah tinggal di Hamra al-Asad selama beberapa hari, Rasulullah kembali ke Madinah. Beliau menangkap Abu Azzah al-Jumahi sebagai tahanan. Abu Azzah sebelumnya adalah salah satu tawanan Badar. Abu Azzah telah diperlakukan dengan baik oleh Rasulullah setelah Perang Badar, mengaku sebagai orang miskin dan memiliki anak perempuan, sehingga dia tidak memiliki dana untuk membayar uang tebusan, jadi dia dibebaskan secara gratis oleh Rasulullah , dengan syarat bahwa dia akan tidak mengangkat senjata melawan Muslim lagi. Tapi dia telah melanggar janjinya dan berpartisipasi dalam Pertempuran Uhud. Setelah tertangkap lagi, dia memohon belas kasihan lagi, tetapi Rasulullah memerintahkannya untuk dibunuh. Az-Zubair mengeksekusinya, atau dalam riwayat lain ia dieksekusi oleh Ashim ibn Tsabit

Seorang mata-mata Mekah bernam Muawiyah bin Al Mughirah, sepupu Utsman bin Affan, telah ditangkap setelah Perang Uhud. Utsman memberinya tempat berlindung. Dia diberi tenggang waktu tiga hari dan diberikan seekor unta dan perbekalan untuk perjalanan kembali ke Mekah. Utsman kemudian pergi bersama Rasulullah ke Hamra al-Asad, dan Muawiyah meskipun dia melarikan diri pada saat tentara kembali, Rasulullah memerintahkan pengejaran, Muawiyah ditangkap kemudian dieksekusi. © Sejarah Islam
Perang Hamra al-Asad
Tahun
625 M atau Syawal, 3 Hijriah
Lokasi
Hamra al-Asad
Hasil
·       Kemenangan Muslim (Rasulullah mencegah serangan Quraish)
·       Rasulullah mengirim mata-mata (2 kemudian terbunuh)
·       2 Prajurit Quraish dieksekusi
Pihak terlibat
Muslim
Suku Quraish
Tokoh dan pemimpin
Nabi Muhammad
Abu Sufyan
Kekuatan
700-1000 Pasukan
2-4 Pasukan Berkuda
3000 Pasukan
200 Pasukan Berkuda
Korban
2 mata-mata terbunuh
2 orang dipenggal
Share This Article :
8718423275451420981