LWxcLWJbNaR6MGJ8NGJbNWp5NCMkyCYhADAsx6J=
×
iklan banner
MASIGNCLEANSIMPLE101

Perang Buhran - Pencegahan Konspirasi Bani Sulaim

Perang Buhran atau dikenal juga dengan Perang Al-Furu atau Perang Bani Sulaim adalah perang yang dipimpin langsung oleh Rasulullah  dan terjadi di Buhran (atau Bahran). Buhran adalah sebuah wilayah yang terletak di Hijaz antara Mekah dan Madinah. Dalam perang ini, tidak terjadi pertempuran sama sekali.

Perang Buhran terjadi di sebuah tempat bernama Al-Furu yang terletak di Hijaz antara Mekah dan Madinah (sekitar 200 km dari arah selatan Madinah). Menurut Ibnu Ishaq, Buhran adalah sebuah lokasi pertambangan di Hijaz, yang merupakan milik al-Hajjaj bin 'Alath al-Bihzi.

Pada tahun 624 M atau 3 Hijriah, Nabi Muhammad mendapatkan informasi bahwa sebagian besar anggota suku Bani Sulaim merencanakan konspirasi di Buhran untuk menyerang Madinah. Untuk mengecek kebenaran informasi tersebut, Rasulullah menunjuk Ibnu Maktum untuk menjadi wakilnya di Madinah, dan dengan membawa 300 pasukan, Beliau keluar dan berangkat ke Buhran. Namun karena Panik Bani Sulaim terpencar dan Nabi Muhammad kembali ke kota Madinah tanpa terjadi pertempuran.

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Perang Buhran ini terjadi bulan Rabiul Akhir dan sebagian lain menyebutkan perang tersebut terjadi pada 6 Jumadil Awal atau Jumadil Akhir. Disebutkan bahwa Nabi Muhammad meninggalkan Madinah selama 10 atau 11 hari untuk memimpin perang ini.

Perang Buhran terjadi sebelum Perang Uhud dan merupakan salah satu dari 11 perang yang tidak terjadi kontak senjata ataupun pertempuran. © Sejarah Islam
Perang Buhran
Tahun
624 M atau Rabiul Akhir, 3 Hijriah
Lokasi
Al-Furu, Buhran
Hasil
Kemenangan Kaum Muslimin
·      Rasulullah bersama 300 pasukan menuju Bani Sulaim di Buhran
·      Musuh berpencar karena panik
Pihak terlibat
Muslim
Bani Sulaim
Tokoh dan pemimpin
Muhammad
Tidak diketahui
Kekuatan
300 orang
Tidak diketahui
Korban
0
0


Share This Article :
8718423275451420981