LWxcLWJbNaR6MGJ8NGJbNWp5NCMkyCYhADAsx6J=
×
iklan banner
MASIGNCLEANSIMPLE101

Perang Bani Qaynuqa - Perang Pertama Islam vs Yahudi

Perang Bani Qaynuqa atau dikenal juga sebagai Pengepungan Bani Qainuqa terjadi pada tahun 624 M atau 2 Hijriah, tidak lama setelah terjadinya Perang Badar. Bani Qaynuqa tinggal di dua benteng di bagian barat daya kota Madinah, dan telah menetap di sana sejak lama. Meskipun Bani Qaynuqa kebanyakan memakai nama-nama Arab, mereka aslinya adalah orang Yahudi. 

Mereka tidak memiliki tanah dan mencari nafkah melalui perdagangan dan jasa, termasuk pengrajin emas. Pasar Yathrib berada di daerah tempat Bani Qaynuqa tinggal. Sebelum Kedatangan Rasulullah di Madinah, Bani Qaynuqa bersekutu dengan suku Arab sekitar, yaitu suku Khazraj dan mendukung mereka dalam perang mereka melawan suku Aus.

Latar Belakang
Pada bulan Maret 624 M, umat Islam berhasil mengalahkan orang Quraish Mekkah dalam Perang Badar. Suku-suku Yahudi, seperti Bani Qaynuqa, tidak suka dengan hal ini. Bani Qaynuqa menunjukkan ketidaksukaannya dengan memulai kampanye membuat masalah yang ditujukan untuk Muslim, mengejek mereka, merugikan muslim yang pergi ke pasar mereka, dan mengintimidasi wanita Muslim.

Rasulullah menegur mereka karena perbuatan mereka tersebut, seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq : Di tengah-tengah Insiden Bani Qaynuqa, Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam menghimpun orang-orang Yahudi di pasar Bani Qaynuqa lalu bersabda kepada mereka: "Wahai orang-orang Yahudi, takutlah kepada Allah yang bisa menurunkan hukuman seperti yang Dia turunkan kepada orang-orang Quraisy dan masuklah kalian ke dalam Islam, sebab kalian telah mengetahui bahwa aku adalah seorang Nabi yang diutus. Inilah perjanjian Allah kepada kalian, dan telah kalian temukan di dalam kitab kalian."

Orang-orang Yahudi berkata: "Wahai Muhammad, apa kau pikir kami ini sama dengan kaummu. Janganlah sekali-kali engkau tertipu karena engkau kini sedang berhadapan dengan kaum yang tidak paham tentang perang. Sehingg dengan sangat gampang engkau bisa mengalahkan mereka. Demi Allah, jika kami memerangimu, pasti kau sadar bahwa kami adalah ahli perang Asli”.

Setelah itu Allah menurunkan ayat tentang orangorang Yahudi tersebut. Dalam Surah Al-Imran Ayat 12-13 sebagai berikut :

قُل لِّلَّذِينَ كَفَرُواْ سَتُغۡلَبُونَ وَتُحۡشَرُونَ إِلَىٰ جَهَنَّمَۖ وَبِئۡسَ ٱلۡمِهَادُ  ١٢ قَدۡ كَانَ لَكُمۡ ءَايَةٞ فِي فِئَتَيۡنِ ٱلۡتَقَتَاۖ فِئَةٞ تُقَٰتِلُ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَأُخۡرَىٰ كَافِرَةٞ يَرَوۡنَهُم مِّثۡلَيۡهِمۡ رَأۡيَ ٱلۡعَيۡنِۚ وَٱللَّهُ يُؤَيِّدُ بِنَصۡرِهِۦ مَن يَشَآءُۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبۡرَةٗ لِّأُوْلِي ٱلۡأَبۡصَٰرِ  ١٣

12.  Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: "Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahannam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya".
13.  Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati.

Bani Qaynuqa membenci proklamasi ini. Rasulullah di sisi lain menginstruksikan umat Islam untuk bersabar dan bersabar. Menurut Ibn Hisham perselisihan antara Muslim dan Bani Qaynuqa (sekutu suku Khazraj) segera setelah itu ketika seorang wanita Muslim mengunjungi toko perhiasan di pasar Qaynuqa dan dia direcoki untuk membuka hijabnya. Tukang emas, seorang Yahudi, menjepit pakaian wanita tersebut sedemikian rupa, sehingga setelah berdiri, dia ditelanjangi. Seorang pria Muslim yang datang karena keributan tersebut membunuh penjaga toko sebagai pembalasan. Orang-orang Yahudi kemudian membunuh pria Muslim itu. Ini meningkat menjadi rantai pembunuhan balas dendam, dan permusuhan tumbuh antara Muslim dan Bani Qaynuqa.

Orang-orang Yahudi di Madinah menjadi semakin memusuhi Nabi Muhammad karena ia mengaku sebagai seorang Nabi, meskipun beberapa orang Yahudi memang memeluk Islam. Banu Qaynuqa mengklaim  memiliki 700 pasukan dengan 300 diantaranya memakai baju besi.

Pengusiran
Insiden tersebut merupakan pelanggaran terhadap perjanjian Piagam Madinah, sehingga Rasulullah menyatakan perang terhadap orang yahudi Bani Qainuqa.

Ashim bin Umar bin Qatadah berkata kepadaku: maka Rasulullah lalu mengepung orang-orang Yahudi Bani Qainuqa hingga akhirnya mereka menyerah, kemudian saat itu orang-orang Yahudi menjadikan Abdullah bin Ubay sebagai perwakilannya.

Perlu diketahui bahwa Abdullah ibn Ubay adalah kepala suku Kharaj yang dulunya merupakan sekutu Yahudi Bani Qainuqa sejak lama dan membatu nya dalam perang panjang melawan suku Aus.

Setelah itu Abdullah ibn Ubay menemui Rasulullah dan berkata:
"Wahai Muhammad, berbuat baiklah kepada para klienku, mereka adalah sekutu Khazraj."

Rasulullah  diam tidak memberi jawaban hingga Abdullah bin Ubay bin Salul berkata lagi :
"Hai Muhammad, berbuat baiklah kepada para klienku."

Rasulullah memalingkan muka dari Abdullah bin Ubay bin Salul, kemudian Abdullah bin Salul memasukkan tangannya ke saku baju besi Rasulullah , lalu Rasulullah berkata kepada Abdullah bin Ubay bin Salul: "Celakalah engkau. Biarkanlah aku pergi!"

Rasulullah marah hingga wajah beliau berubah merah padam karena ucapan dan perbuatan Abdullah bin Ubay bin Salul. Rasulullah bersabda lagi: "Celakalah engkau, biarkanlah aku pergi!"

Abdullah bin Ubay bin Salul berkata:
"Tidak, demi Allah, aku tidak akan membiarkanmu pergi hingga engkau berbuat baik kepada para klienku, yaitu empat ratus tentara tanpa baju besi dan tiga ratus tentara berbaju besi yang telah melindungiku dari orang-orang berkulit merah dan orang-orang berkulit hitam, namun engkau membunuh mereka hanya sekejap saja. Demi Allah, sungguh aku orang yang paling takut tertimpa malapetaka."

Rasulullah bersabda: "Mereka menjadi milikmu."

Versi sejarawan barat:
Menurut Michael Cook :Muhammad awalnya ingin membunuh Bani Qaynuqa tetapi akhirnya menyerah pada desakan Abdullah bin Ubay dan setuju untuk mengusir Bani Qaynuqa. 

Menurut William Montgomery Watt: Abdullah ibn Ubay berusaha untuk menghentikan pengusiran, dan tuntutan Rasulullah adalah bahwa Qaynuqa harus meninggalkan kota, tetapi bersiap untuk bersikap lunak tentang kondisi lain; Ibn Ubayy berpendapat bahwa kehadiran Qaynuqa dengan 700 pejuang mungkin membantu mengingat kemungkinan adanya serangan Suku Quraish Mekah yang akan datang. 

Maxime Rodinson: menyatakan bahwa Muhammad ingin membunuh semua Bani Qaynuqa, tetapi diyakinkan untuk tidak melakukannya oleh Abdullah ibn Ubayy, yang merupakan sekutu lama Qaynuqa. Karena hal ini dan perselisihannya dengan Muhammad, Abdullah ibn Ubayy mendapat gelar sebagai pemimpin orang-orang munafik.

Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Quran surat Al-Anfal : 58

وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِن قَوۡمٍ خِيَانَةٗ فَٱنۢبِذۡ إِلَيۡهِمۡ عَلَىٰ سَوَآءٍۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡخَآئِنِينَ  ٥٨

Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.

Ibn Katsir menafsirkan ayat tersebut dengan mengatakan bahwa jika non-Muslim melanggar perjanjian mereka dengan Muslim, maka Muslim harus melanggar perjanjian mereka. 

Rasulullah dilaporkan meminta orang-orang Yahudi untuk membayar upeti atau  Jizyah, tetapi mereka menolak dan malah mengejek Beliau dengan mengatakan Tuhannya miskin. Atas peristiwa ini turunlah Al-Quran surat Ali Imran : 118

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ بِطَانَةٗ مِّن دُونِكُمۡ لَا يَأۡلُونَكُمۡ خَبَالٗا وَدُّواْ مَا عَنِتُّمۡ قَدۡ بَدَتِ ٱلۡبَغۡضَآءُ مِنۡ أَفۡوَٰهِهِمۡ وَمَا تُخۡفِي صُدُورُهُمۡ أَكۡبَرُۚ قَدۡ بَيَّنَّا لَكُمُ ٱلۡأٓيَٰتِۖ إِن كُنتُمۡ تَعۡقِلُونَ 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.

Setelah itu Bani Qaynuqa pergi lebih dulu ke koloni-koloni Yahudi di Wadi al-Kura, sebelah utara Madinah, dan dari sana ke Der'a di Suriah. Dalam perjalanan waktu, mereka berasimilasi dengan komunitas Yahudi, yang sudah ada sebelumnya di daerah itu, memperkuat mereka secara numerik. 

Rasulullah  membagi harta Bani Qaynuqa, termasuk senjata dan peralatan mereka, bersama para sahabatnya. Beberapa anggota suku Bani Qaynuqa memilih untuk tinggal di Madinah dan masuk Islam. Diantaranya adalah seorang lelaki dari Bani Qaynuqa bernama Abdullah ibn Salam, yang kemudian menjadi seorang Muslim yang taat. © Sejarah Islam
Perang Bani Qaynuqa
Tahun
624 M atau 2 Hijriah
Lokasi
Madinah
Hasil
Pengepungan Benteng Bani Qainuqa, Bani Qaynuqa Menyerah dan diusir dari Madinah
Pihak terlibat
Muslim
Bani Qaynuqa
Tokoh dan pemimpin
Muhammad
Tidak diketahui
Kekuatan
Tidak diketahui
700 orang
Share This Article :
8718423275451420981