LWxcLWJbNaR6MGJ8NGJbNWp5NCMkyCYhADAsx6J=
×
iklan banner
MASIGNCLEANSIMPLE101

Ekspedisi Bi’ru Maunah - Pengkhianatan Keji terhadap Delegasi Nabi

Sejarah-Islam.com
Ekspedisi Bi’ru Maunah menurut catatan sejarah Islam berlangsung empat bulan setelah Perang Uhud pada tahun ke - 4 Hijriah. Rasulullah  mengirim Delegasi Dakwah untuk mengajarkan Islam atas permintaan Abu Bara. Ada sekitar empat puluh orang (menurut Ibn Ishaq) atau tujuh puluh orang (menurut Sahih Bukhari) dari delegasi dakwah  yang dikirim oleh Rasulullah terbunuh.

Empat bulan setelah Perang Uhud, delegasi Bani Amir yang dipimpin oleh Abu Bara mendatangi Nabi Muhammad dan memberinya hadiah. Abu Bara tinggal di Madinah, namun Rasulullah Muhammad menolak untuk menerima hadiah itu karena berasal dari musyrik dan meminta Abu Bara untuk memeluk Islam. 

Abu Bara kemudian meminta Rasulullah untuk mengirim beberapa Muslim ke orang-orang Najd untuk mendakwahi dan mengajak mereka ke dalam Islam. Pada awalnya, Rasulullah cukup khawatir tentang ini, bahwa beberapa kemalangan / musibah mungkin menimpa para delegasi dakwah ini. Hal ini karena Beliau ragu akan jaminan keamanan Abu Bara terhadap delegasi dakwah kaum muslimin.

Sejarawan Muslim At Tabari menggambarkan peristiwa itu sebagai berikut:
Rasulullah menolak untuk menerimanya, dengan mengatakan, "Abu Bara, saya tidak menerima hadiah dari orang musyrik, jadi jadilah seorang Muslim jika Anda ingin saya menerimanya." Kemudian Beliau menjelaskan Islam kepadanya, menjelaskan keuntungannya bagi dia dan janji-janji Allah kepada orang-orang beriman, dan membacakan Al-Qur'an kepadanya. Dia tidak menerima Islam, tetapi tidak jauh dari itu, mengatakan, "Muhammad, masalah Anda ini yang Anda serukan kepada saya ini adalah baik dan indah. Jika Anda mengirim beberapa sahabat Anda kepada orang-orang Najd untuk menyeru mereka untuk kepada agamamu, aku berharap mereka akan meresponmu. " Rasulullah bersabda, "Saya khawatir orang-orang Najd akan melukai mereka." Jawab Abu Bara, aku akan menjamin perlindungan mereka, jadi kirim mereka untuk menyeru orang-orang ke dalam agamamu. Rasulullah sesudahnya mengirim al-Mundhir bin `Amr [Tabari Volume 7, hal. 151]
Maka Rasulullah mengirim Al-Mundzir bin Amr bersama empat puluh orang sahabatnya yang merupakan orang-orang pilihan dan terbaik dari kaum Muslimin. Di antara mereka adalah Al-Harits bin Ash-Shimmah, Haram bin Milhan saudara Bani Adi bin An-Najjar, Urwah bin Asma', Nafi' bin Budail, Amir bin Fuhairah mantan budak Abu Bakar Ash-Shiddiq, dan sahabat-sahabat terpilih lainnya.

Para utusan tersebut berjalan hingga tiba di Bi'ru Maunah yang terletak antara wilayah Bani Amir wilayah Bani Sulaim, namun Bi'ru Maunah lebih dekat dengan lokasi Bani Sulaim. Takkala utusan Rasulullah tiba di Bi'ru Maunah, mereka mengutus Haram bin Milhan mengantarkan surat Rasulullah kepada Amir bin Ath-Thufail yang merupakan sepupu Abu Bara. Ketika Haram bin Milhan tiba, Amir bin Ath-Thufail tidak membuka surat Rasulullah tersebut, sebaliknya ia malah membunuh Haram bin Milhan si pengantar surat. Amir bin Ath-Thufail kemudian memprovokasi kaumnya, menyerang para utusan tersebut, namun mereka menolak seruannya.

Mereka berkata: "Kami tidak akan pernah menghinati perjanjian Abu Bara". Sebelumnya Abu Bara' telah membuat perjanjian untuk melindungi utusan Rasulullah. Namun Amir bin Ath-Thufail tidak menyerah, kemudian ia terus memprovokasi kabilah-kabilah Bani Sulaim seperti Ushaiyyah, Ri'l, dan Dzakawan untuk menyerang para utusan tersebut dan ternyata merekapun menyambutnya lalu terjadilah perang antara mereka hingga mereka semua terbunuh kecuali Ka'ab bin Zaid saudara Bani Dinar bin An-Najjar, karena kabilah-kabilah tersebut membiarkannya dalam keadaan antara hidup dan mati.

Ka'ab bin Zaid mengalami luka berat hingga berada di antara hidup dan mati di antara para korban. Dia pun hidup selamat dan baru gugur sebagai syahid pada Perang Khandaq. Semoga Allah merahmatinya.

Seorang sahabat lainnya bernama Amr bin Umaiyyah berhasil lolos dari pembantaian tersebut kemudian berangkat ke Madinah untuk mengabarkan hal tersebut. Namun di tengah jalan ia kemudian menemukan 2 orang dari Bani Amir, dan kemudian membunuhnya. Ia beranggapan bahwa dengan cara ini, ia telah membalaskan dendam kawan-kawannya yang dibunuh oleh Bani Amir. Padahal Rasulullah sebelumnya telah membuat perjanjian dengan Bani Amir.

Setelah ia tiba di tempat Rasulullah dan menjelaskan apa yang dialaminya, beliau bersabda:
"Sungguh engkau telah membunuh dua orang dan aku akan memberi diyat (tebusan) kepada keluarga mereka berdua." Beliau bersabda lagi: "Ini semua terjadi gara-gara Abu Bara' dimana itu semua tidak aku sukai dan aku khawatirkan sebelumnya."

Saat sabda Rasulullah tersebut sampai ke telinga Abu Bara' ia marah besar kepada Amir bin Ath-Thufail atas tindakan brutalnya karena meremehkan perjanjiannya dengan Rasulullah dan tragedi memilukan yang dialami sahabat-sahabat Rasulullah itu terjadi karena ulah dan perlindunganya.

Setelah tragedi itu, Abu Bara’ memerintahkan anaknya, Rabiah, untuk membunuh Amir bin Ath-Thufail. Karena bagaimanapun, sebelumnya dia sudah berjanji akan memberikan jaminan perlindungan kepada utusan Nabi, namun akhirnya gagal. Itu dilakukan untuk menebus “kegagalan” itu. 

Amir bin Ath-Thufail hanya terluka setelah ditikam dengan tombak oleh Rabiah. Amir kemudian menuju Madinah untuk membunuh Nabi Muhammad . Mengetahui hal itu, Nabi Muhammad berdoa agar Amir bin Ath-Thufail dibalas atas perbuatannya. Di tengah perjalanan, Amir singgah di rumah seorang perempuan yang terkena penyakit. Amir tertular dan meninggal di tengah padang pasir.

Peristiwa tersebut disebutkan juga dalam hadits Sahih Bukhari, sebagai berikut:

حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ قَتَادَةَ قَالَ مَا نَعْلَمُ حَيًّا مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ أَكْثَرَ شَهِيدًا أَعَزَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ الْأَنْصَارِ قَالَ قَتَادَةُ وَحَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ أَنَّهُ قُتِلَ مِنْهُمْ يَوْمَ أُحُدٍ سَبْعُونَ وَيَوْمَ بِئْرِ مَعُونَةَ سَبْعُونَ وَيَوْمَ الْيَمَامَةِ سَبْعُونَ قَالَ وَكَانَ بِئْرُ مَعُونَةَ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيَوْمُ الْيَمَامَةِ عَلَى عَهْدِ أَبِي بَكْرٍ يَوْمَ مُسَيْلِمَةَ الْكَذَّابِ

Telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Ali telah menceritakan kepada kami Mu'adz bin Hisyam dia berkata, telah menceritakan kepadaku Ayahku dari Qatadah dia berkata, "Aku belum pernah mendapati diperkampungan orang Arab yang penduduknya lebih banyak mati syahid dan lebih mulia (kedudukannya) pada hari Kiamat daripada orang-orang Anshar." Qatadah berkata; telah menceritakan kepada kami Anas bin Malik bahwa di antara mereka yang gugur pada perang Uhud sejumlah tujuh puluh orang, pada peristiwa Bi'rul Ma'unah sejumlah tujuh puluh orang, dan pada perang Yamamah berjumlah tujuh puluh orang." Anas melanjutkan, "Peristiwa Bi'rul Ma'unah terjadi pada masa Rasulullah Shallallahu 'alahi wasallam, sementara perang Yamamah terjadi pada masa Abu Bakr, yaitu peristiwa (pembangkangan) Musailamah Al Kaddzab."
Peristiwa ini juga disebutkan dalam catatan sejarah, riwayat hadits lain, termasuk juga didalam Al-Quran Wallahu A’lam. © Sejarah Islam
Ekspedisi Bi’ru Maunah
Tahun
625 M, 4 Hijriah
Lokasi
Bi’ru Maunah
Hasil
·       Rasulullah mengirim Delegasi Dakwah / Da’i untuk mengenalkan agama Islam
·       Delegasi tersebut ditangkap dan kemudian dibunuh
Pihak terlibat
Muslim
Suku-suku sekitar
Kekuatan
40 atau 70 orang
Tidak diketahui
Korban
40 – 70
2
Share This Article :
8718423275451420981