LWxcLWJbNaR6MGJ8NGJbNWp5NCMkyCYhADAsx6J=
×
iklan banner
MASIGNCLEANSIMPLE101

Timur Lenk – Part 2

Penaklukan Persia
Sementara itu, Timur telah mengarahkan pandangannya ke negara-negara di selatan kekaisarannya. Setelah kematian Abu Sa'id Pemimpin Il-Khanate pada tahun 1335, daerah Il-khanate telah terpecah menjadi negara-negara kecil, ini merupakan target yang mudah bagi Timur. Pada tahun 1381, Timur memerintahkan raja Herat  Ghiyas al-Din, untuk menjadi pengikutnya, namun Ghiyas menolak. Maka Timur beserta pasukannya menuju ke Herat pada musim semi di tahun yang sama. Timur berjanji akan mengampuni semua penduduk kota yang tidak menentangnya.

Patung Timur Lenk

Ghiyas al-Din tidak mampu membuat penduduknya mempertahankan kota, sehingga kota Herat dengan mudah diambil meskipun memiliki benteng yang kuat. Ghiyas al-Din beruntung, dia selamat dan bahkan ditetapkan menjadi Raja Herat tapi sebagai bawahan Timur. 

Pada tahun 1382, Ghiyas al-Din melakukan pemberontakan untuk membebaskan Herat dari pengaruh Timur. Putra ketiga Timur, Miran shah menghancurkan pemberontakan pada 1383, membunuh Ghiyas dan keluarganya serta membangun menara dari kepala manusia, setelah itu Herat dianeksasi.

Kampanye Timur di Persia timur

Timur bergerak ke selatan dan menaklukkan Sistan, setelah itu ia membantai rakyat kota Zahedan sebagai balasan atas perlawanan mereka. Dari Sistan, Timur menuju kota Kandahar dan segera menguasainya.

Setelah itu, Timur pergi ke Khorasan Timur, wilayah ini diperebutkan oleh orang-orang Sarbadian yang dipimpin oleh Ali Muayjad dan orang-orang Mazandaran yang dipimpin oleh Amir Wali. Ketika Timur tiba, Ali Muayjad datang dan meminta bantuannya dan menyatakan diri sebagai pengikutnya.

Setelah peperangan singkat, Timur menguasai Isfarain dan meratakannya ke tanah. Namun, Amir Wali terus menjadi masalah dan pada tahun 1384 Timur menuju ke kota Astarabad yang merupakan ibukota Mazandaran, yang kemudian Ia kuasai, setelah itu Amir Wali melarikan diri ke Azerbaijan. Timur membantai seluruh penduduk Astarabad sebagai balasan atas pemberontakan mereka. 

Kampanye Timur di Persia barat

Sekarang Timur telah menguasai Persia Timur dan memutuskan untuk menaklukkan Persia Barat, seperti wilayah Irak, Azerbaijan, dan kota Baghdad  pada waktu itu berada ditangan Sultan Ahmet. Mendengar kedatangan Timur, Sultan Ahmed segera melarikan diri ke Tarbiz. Timur sekarang dapat dengan mudah menduduki kota dan memutuskan untuk tidak mengejar Sultan Ahmet, tetapi kembali ke Samarkand.  

Khan Golden Horde, Tochtamysh menyerang Sultan Ahmet di Tabriz pada musim dingin 1385-1386, setelah menguasai dan menjarah kota dan daerah sekitarnya, ia mundur. Sultan Ahmet masih mengendalikan Tabriz ketika Timur tiba di kota ini. Ahmet kembali melarikan diri ke Baghdad, setelah itu Timur juga dapat dengan mudah mengambil kota ini. Timur akhirnya menguasai seluruh Azerbaijan sehingga membuatnya terlibat konflik dengan mantan sekutunya, Tochtamysh. 

Timur menghabiskan musim panas di Tabriz sebelum melanjutkan perjalanan ke Georgia yang mayoritas beragama Kristen. Dia berangkat dari Kars menuju ke ibukota Georgia, Tbilisi. Pada tahun 1386, ia berhasil merebut kota itu dan menangkap Raja Georgia Bagrat V. Namun Bagrat V segera dibebaskan setelah dia masuk Islam. Timur kemudian beristirahat ke Karabakh untuk menghabiskan musim dingin di sana.

Timur memberi perintah kepada Majelis Umum untuk melawan Georgia

Pada awal tahun 1387, Tochtamysh menyerang karena konflik atas Azerbaijan. Pertempuran besar terjadi di utara Kura. Tentara yang dikirim Timur ke wilayah itu pada awalnya dikalahkan, tetapi putra Timur,  Miranshah tiba tepat waktu dengan bala bantuan, sehingga pasukan Tochtamysh dikalahkan dan kembali mundur. Timur yang terkenal akan kekejamannya tiba-tiba menjadi sangat lembut, dia membebaskan semua tahanan perang kembali ke Tochtamysh, dan berbicara kepadanya layaknya seorang Ayah terhadap anak.

Armenia adalah target berikutnya karena diduga mereka telah menyerang karavan menuju Makkah. Armenia dengan mudah dikalahkan. Timur selanjutnya pergi ke Isfahan pada bulan Oktober atau November tahun 1387. Karena takut, Gubernur Isfahan segera menyerah dan kota dikuasai dengan mudah. Timur kemudian mendirikan kemahnya di luar tembok kota. 

Namun, pada malam hari, penduduk kota memberontak dan membunuh beberapa perwira dan setiap prajurit yang bisa mereka temui. Timur marah dan memerintahkan setiap tentara untuk mengambil beberapa kepala musuh. Dengan total 70.000 kepala penduduk terputus, menara dari kepala dibangun dan kota itu hancur total. Kekejaman yang ia lakukan sangat tidak manusiawi, bahkan melebihi kekejaman selama Invasi awal Bangsa Mongol 150 tahun sebelumnya. Kemenangan tidak berlangsung lama, karena Tochtamysh, muridnya sendiri mengancam Samarkand.

Serangan Tochtamysh
Khan Golden Horde, Tochtamysh telah menginvasi Transoxania dari utara, jantung kerajaan Timur. Putra Timur, Umar Sheikh bergegas untuk melawannya tetapi dikalahkan dan dikepung. Umar Sheikh berhasil melarikan diri meskipun nyaris tertangkap. Tochtamysh mulai menjarah kota-kota, bahkan mengepung kota penting Bukhara dan menghancurkan kota Qarshi, dekat Samarkand. 

Mendegar hal itu, Timur maju dengan membawa 80.000 pasukan. Perlu untuk diketahui bahwa dalam konflik ini, Tochtamysh adalah bangsawan keturunan Jochi, karenanya Tochtamysh berhak untuk menyebut dirinya sebagai “Khan”, sesuatu yang tidak mungkin untuk Timur. Sangat mungkin bahwa Tochtamysh melihat dirinya sebagai orang yang harus menyatukan kembali kerajaan Mongolia dan bukan bangsawan rendahan seperti Timur, meskipun Timur telah mengajarinya seni perang dan membantunya berkuasa.

Wilayah Golden Horde

Timur menyadari bahwa perang kini tidak dapat dihindarkan. Selama kekuatan besar seperti Golden Horde berada pada perbatasannya, Timur tidak bisa leluasa memperluas kerajaannya. Tochtamysh harus dikalahkan dan dinetralkan. Namun, satu tahun berlalu sebelum Timur akhirnya berperang melawan Tochtamysh. 

Tersiar kabar bahwa Tochtamysh telah melintasi sungai Syr Darya dengan membawa pasukan yang sangat besar. Penasihat Timur memutuskan bahwa mundur adalah solusi terbaik. Timur mengabaikan penasihatnya dan melakukan perang defensif. Timur berhasil mengusir sebagian pasukan Tochtamysh kembali ke sisi Sungai Syr Darya, tetapi pertempuran itu terhambat oleh hujan salju yang lebat. 

Pada musim semi tahun 1389, terjadi beberapa pertempuran kecil, tetapi sebelum Timur melakukan serangan penuh, ia pertama-tama menyerang pemberontakan di Khurosan. Pada akhir tahun 1390, Timur akhirnya dapat menghimpun 200.000 pasukan dan beristirahat di Tashkent.

Perjalanan Ke Utara
Timur memberi perintah pada bulan Januari 1391 untuk menuju utara. Tochtamysh segera diberitahu tentang kedatangan Timur dan terkejut dengan jumlah pasukannya. Berharap untuk mencegah perang, ia mengirim sembilan kuda cantik dan elang ke Timur sebagai hadiah. Namun Timur tetap yakin bahwa Tochtamysh harus dikalahkan dan perang terus berlanjut.

Pengejaran Timur atas Tochtamysh di padang rumput Kazakh

Setelah berbulan-bulan melintasi padang rumput, masih belum ada tanda-tanda tentara Tochtamysh, dan persediaan yang dibawa oleh pasukan Timur mulai habis. Timur menyadari bahwa prioritas utama adalah untuk menyediakan makanan bagi pasukannya, sehingga diadakanlah pesta perburuan besar. Ada 200.000 orang akan membentuk lingkaran di mana semua jenis hewan buruan akan terkepung. Kemudian para prajurit akan mempersempit lingkaran untuk menyatukan semua hewan buruan dan kemudian menembak mereka. Lingkaran itu sangat besar sehingga butuh sekitar 2 (dua hari) untuk menyelesaikannya. Perburuan itu sukses besar dan kelaparan berhasil diatasi.

Timur sekarang telah mencapai perbatasan Golden Horde dan mata-mata dikirim untuk menyusup. Setelah lima bulan tanda-tanda kehidupan akhirnya ditemukan dan diketahui bahwa Tochtamysh berada di Ural. Timur pergi ke arah barat di mana akhirnya mereka bertemu dengan pasukan Tochtamysh pada 18 Juni 1391. Dalam pertempuran, Tochtamysh tampaknya lebih unggul tetapi karena panik tentang kemungkinan akan terbunuh, ia melarikan diri dan pasukannya dibantai oleh Timur. Sekitar 100.000 pria dan wanita kehilangan nyawa mereka hari itu. Kemenangan Timur dirayakan secara megah dan selama 1 bulan dilakukan pesta besar-besaran di tepi sungai Volga. 

Kehancuran total Golden Horde
Tiga tahun kemudian, ketika Timur sedang menghancurkan pemberontakan di Persia, ia menerima kabar bahwa Tochtamysh menyerbu Georgia dan bersekutu dengan Barquq, Sultan Mesir. Timur mengirim pasukan ke wilayah itu, tetapi seperti yang terjadi sebelumya, Tochtamysh kembali mundur. Timur memutuskan bahwa Tochtamysh, Golden Horde harus dihancurkan sampai tuntas.

Rute Timur untuk penghancuran Golden Horde

Pada awal tahun 1394 Timur melakukan perjalanannya ke utara dan mengepung kota Diyarbakir. Dalam ekpedisi militer ini, Timur kehilangan putra keduanya, Omar Syaikh. Pasukannya kemudian maju ke barat laut, melalui Tiblisi dan memasuki Chechnya. Pada bulan April 1395 mereka menyerang Tochtamysh dekat kota Grozny saat ini. Tochtamysh mendapat keuntungan karena ia berada di seberang sungai, yang merupakan satu-satunya jalan.

Timur memindahkan kemahnya dan pergi ke selatan sungai, tapi hal ini diikuti oleh Tochtamysh untuk mencegahnya menyeberangi sungai. Permainan ini berlanjut selama tiga hari sampai Timur memerintahkan para wanita untuk berpakaian sebagai tentara dan menjaga kamp sementara dia pasukannya kembali ke utara sungai untuk menyeberang dan menyerang Tochtamysh.

Pada 22 April 1395 pertemuran akhirnya pecah. Awalnya  sisi kiri pasukan Timur dalam masalah namun Timur sendiri turun langsung membawa pasukan cadangan membuat pasukan Tochtamysh panik dan melarikan diri. Melihat pasukannya kabur, Tochtamysh membalikkan punggungnya dari medan perang dan melarikan diri menyelamatkan hidupnya. Kemenangan Timur begitu besar sehingga ia yakin dapat menghancurkan Golden Horde samapi tuntas untuk selamanya.

Timur pertama-tama pergi ke Astrakhan di tepi sungai Volga, setelah itu menuju ke Sarai, Ibu kota Golden Horde, untuk menjarah dan meratakannya dengan tanah. Dia kemudian pergi ke kota Tana dan kota Don, pusat komersial tempat banyak pedagang Eropa bermarkas, terutama dari Genoa dan Venesia. Timur membunuh semua orang Kristen di sini, menyebabkan perdagangan di sepanjang cabang utara jalur sutra terhenti. 

Timur menetapkan bahwa mulai sekarang semua perdagangan harus melalui kerajaannya, yang akan memberinya penghasilan tambahan. Golden Horde mengalami kehancuran yang hebat dan pertengkaran terjadi di internal mereka hingga membuat keadaan semakin kacau. Kerajaan Tochtamysh hancur dan ia menjalani sisa hidupnya di tempat pelarian di padang rumput Asia Tengah.

Invasi ke India
Ketiak usianya mencapai 61 tahun, Timur kembali ke Samarkand dan tinggal disana selama dua tahun, dan  memulai proyek konstruksi besar-besaran. Namun, perang tidak pernah jauh dari Timur dan meskipun dia sibuk di Samarkand, dia sudah merencanakan kampanye militer berikutnya.

Di Kesultanan Delhi terjadi perang saudara setelah kematian Sultan Mahmud Nasir Ud-Din tahun 1394, membuat kesultanan tersebut sangat lemah. Timur melihat kesempatan itu dan ingin mendapatkan kehormatan besar dengan berperang melawan kesultanan kaya di India. Selain itu, baik Alexander Agung maupun Jenghis Khan tidak pernah berhasil mencapai Delhi, sehingga apabila ia berhasil menguasai Delhi maka keberhasilannya akan dianggap melampaui keduanya.

Rute Kampanye Militer Timur di India.

Jarak dari Samarkand ke Delhi hanya sekitar 1.500 kilometer, tidak begitu jauh bagi kerajaan Timur yang luas. Namun rute perjalanan nya harus melewati pegunungan Hindu Kush dengan ketinggian hingga 7500 meter dan  merupakan tempat kediaman suku Nuristani, suku yang bahkan tidak bisa ditaklukkan oleh Alexander Agung.

Selain itu, ada juga sungai besar dan gurun pasir yang harus dilintasi. Namun tekad Timur sudah bulat, dan pada bulan Maret tahun 1398 ia pergi dengan membawa 90.000 pasukan. Ia menyeberangi sungai Amu Darya menuju ke pegunungan melalui kota Balkh. Di sini Timur meninggalkan pasukan utama dengan sekelompok kecil prajurit untuk mengatasi suku Nuristani. Disebabkan oleh cuaca buruk, Timur kehilangan banyak pasukan, namun akhirnya dia berhasil memaksa Nuristani untuk menyerah dan kemudian membantai mereka dan membangun menara kepala manusia seperti biasa. Dia melanjutkan perjalanannya dan tiba di kota Kabul pada bulan Agustus 1398.

Pada bulan Oktober, Timur beserta cucunya Pir Mohammed berhasil menaklukkan kota Multan. Pada bulan Desember, Timur akhirnya menuju Delhi membawa 10.000 (sepuluh ribu) pasukan berkuda, sekitar 24.000-40.000 ribu pasukan yang berjalan kaki dan 120 ekor gajah, siap untuk menghancurkan kota.

Timur mengalahkan Sultan Delhi, Mahmud Nasir ud din

Sultan Mahmud berbaris melalui gerbang Delhi pada 17 Desember 1398 bersiap untuk menghadapi pertempuran. Pertempuran sengit pun pecah, pasukan Timur melesatkan hujan panah di sayap kanan Pasukan Mahmud. Mahmud bereaksi dengan mengirimkan pasukan di sayap kirinya untuk menekan pasukan Timoer, tetapi mereka akhirnya dikepung. Setelah beberapa ratus tewas dalam serangan awal, orang-orang Indian melarikan diri. Sultan Mahmud lalu mengirim gajah-gajahnya ke pasukan Timur. Namun, Timur sudah memprediksi hal ini dan mengirim unta yang terbakar ke arah gajah. Gajah yang ketakutan akhirnya berbalik dan menghancurkan pasukan mereka sendiri. Pertempuran berakhir, Timur dengan penuh kemenangan memasuki kota Delhi.

Pembantaian besar-besaran terhadap penduduk Delhi terjadi dan kota itu dibakar. Selama tiga hari pembunuhan dan penjarahan berlanjut tanpa henti, semua barang berharga diambil dan yang selamat dibawa ke Samarkand dijadikan sebagai budak. 

Ladang-ladang hancur, toko-toko gandum dibakar dan mayat ribuan orang mencemari air dan menyebarkan penyakit. Dibutuhkan lebih dari satu abad untuk memulihkan kota Delhi yang hancur akibat invasi ini.

Penaklukan Sivas
Setelah menghancurkan Golden Horde di utara dan menghancurkan Delhi di selatan, perbatasan kerajaan Timur kini sudah diamankan. Meskipun ia selalu ingin pergi ke timur melawan dinasti Ming Cina, Timur memutuskan bahwa bagiam barat harus ditangani terlebih dahulu.

Maka ia kembali menuju Baghdad pada bulan Oktober 1399, empat bulan setelah kembali dari India. Sultan Ahmet telah mengambil alih Baghdad lagi, tetapi melarikan diri ke Sultan Bayezid dari Kekaisaran Ottoman, ketika mendengar Pasukan Timur datang. Melindungi musuh Timur adalah salah satu alasan perang antara Bayezid dan Timur. Tetapi mungkin alasan utama adalah bahwa kedua penakluk sekarang begitu dekat dengan perbatasan satu sama lain sehingga perluasan wilayah dapat berarti perang.

Kampanye Militer Timur di Anatolia dan Timur Tengah

Pada musim panas 1400, Timur meluncurkan serangan kilat ke Anatolia yang bertujuan merebut kota Sivas. Pada bulan Agustus pengepungan Sivas terjadi, temboknya dirusak dan ditembaki selama tiga minggu sampai penduduk kota tersebut menyerah dengan syarat. Umat Muslim di Kota tersebut selamat, sementara orang Armenia dan orang Kristen lainnya dipenjara. 

Mayoritas pasukan yang mempertahankan kota tersebut adalah orang Armenia. Sebelum menyerah, Timur telah berjanji "tidak akan menumpahkan darah mereka". Setelah kota dikuasai, Timur memerintahkan pasukannya untuk mengubur mereka hidup-hidup, lalu Timur berkata, "Saya telah menepati janji saya karena tidak ada darah yang tumpah dari mereka". Kota itu sendiri kemudian dihancurkan. © Sejarah Islam

Bersambung ke Timur Lenk – Part 3

Share This Article :
8718423275451420981