LWxcLWJbNaR6MGJ8NGJbNWp5NCMkyCYhADAsx6J=
×
iklan banner
MASIGNCLEANSIMPLE101

Perang Abwa, Perang Pertama yang diikuti Nabi Muhammad SAW

Sejarah-Islam.com - Perang Abwa atau kadang disebut juga sebagai Perang Waddan adalah perang yang pertama kali diikuti oleh Rasulullah SAW. Perang ini terjadi pada bulan Rajab atau Safar tahun ke-2 Hijriah. Abwa merupakan desa di dekat Waddan, terletak diantara kota Mekkah dan Madinah, serta berjarak sekitar 250 kilometer dari Madinah al-Munawaroh.

Peta wilayah Abwa - Sejarah-Islam.com
Lokasi Wilayah Abwa diantara Mekkah dan Madinah

Tersiar kabar bahwa rombongan kafilah dagang yang dipimpin Abu Sufyan (Qurays) melewati daerah tersebut dengan membawa banyak barang dagangan yang berharga. Rasulullah SAW kemudian mengajak 70 orang Muhajirin untuk mencegat rombongan tersebut, dan Beliau mengamanatkan kepemimpinan Madinah kepada Sa’ad bin Ubadah. Namun, rombongan telah lewat yang akhirnya akan memicu perang besar di Badar.

Penting untuk diketahui, bahwa Kaum Muslimin dan Suku Quraish telah bermusuhan bahkan sebelum Rasulullah dan sahabatnya Hijrah ke Manidah. Ketika Rasulullah hendak berhijrah pun, orang-orang Qurays masih berusaha untuk membunuh Beliau.

Sehingga penyerangan yang Rasulullah lakukan ini adalah upaya untuk mengalahkan atau melemahkan musuh-musuh Islam, dan juga pada waktu itu, Kaum Muslimin tidak memiliki perjanjian perdamaian dengan Suku Quraish.
             
Setelah Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya hijrah ke Madinah pada 622 Masehi, kaum Muslim menyerang beberapa rombongan dagang Quraish yang  kembali dari Syam menuju Mekah. Selama perang Abwa, pasukan Muslim berusaha mencari rombongan dagang Quraish, tetapi tidak dapat menemukannya. 

Beliau kemudian menemui penduduk setempat, yaitu sekelompok pria dari klan Bani Damrah dari suku Banu Kinanah di daerah tersebut, dan negosiasi antara kedua pihak tersebut dilakukan. Dalam proses perdamaian ini Bani Damrah diwakili pemimpin mereka yang bernama Makhsyi bin Amr Adh-Dhamri.

Perjanjian Damai antara Muslim dan Bani Damrah kemudian terlaksana. Menurut cendekiawan Muslim Muhammad al-Zurqani, perjanjian itu berbunyi:

"Dokumen ini dari Muhammad, Utusan Allah, mengenai Bani Damrah di mana [Muhammad] menetapkan keselamatan dan keamanan bagi mereka dalam kekayaan dan kehidupan mereka. Mereka dapat mengharapkan dukungan dari umat Islam kecuali jika mereka menentang agama Allah. Mereka juga diharapkan untuk merespons secara positif jika Nabi meminta bantuan mereka. "

Perjanjian itu berarti bahwa kedua belah pihak dilarang untuk menyerang satu sama lain, ataupun mendukung musuh satu sama lain. Kedua belah pihak juga diharapakan membantu satu sama lain, apabila salah satu pihak mendapat serangan dari musuh.

Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam kemudian kembali ke Madinah tanpa ada pertempuran apapun. Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam menetap di Madinah hingga awal bulan Rabiul Awwal. Ibnu Hisyam berkata: Perang Abwa merupakan perang yang pertama dilakukan Rasulullah.
© Sejarah-Islam
Share This Article :
8718423275451420981