LWxcLWJbNaR6MGJ8NGJbNWp5NCMkyCYhADAsx6J=
×
iklan banner
MASIGNCLEANSIMPLE101

Dinasti Timurid

Dinasti Timurid atau kadang juga disebut sebagai Dinasti Gurkani, adalah sebuah Kerajaan Islam-Sunni di Asia Tengah setelah masa Invasi Bangsa Mongol terhadap Dunia Islam. Wilayahnya yang luas, terbentang dari Anatolia timur hingga ke bagian barat India. Dinansti ini sendiri didirikan oleh Timur, ia adalah seorang panglima perang keturunan Turki-Mongol, yang mendirikan kekaisaran sekitar tahun 1370. 

Bendera Dinasti Timurid

Latar Belakang
Ia dilahirkan di kota Kesh (kini bernama Shahr-i-Sabz, 'kota hijau'), yang terletak sekitar 80 km dari selatan kota Samarkand di Uzbekistan.

Timur (1336 - 1405), juga dikenal sebagai Temur atau Taimur, yang berarti “Besi” dalam bahasa Turki Chagatai. Ia dijuluki Timur Lenk yang artinya Timur si Pincang, karena kaki kirinya yang pincang. Ia adalah seorang penakhluk dan penguasa keturunan Turki-Mongol dari wilayah Asia Tengah, yang terkenal pada abad ke-14.

Ayahnya bernama Teragai yang merupakan Kepala suku Barlas. Ia adalah cicit dari Karachar Nevian menteri dari Chagatai Khan. Karachar terkenal sebagai yang pertama memeluk Islam dari kalangan mongol. Teragai mungkin saja mewarisi pangkat yang tinggi di bidang militer; tetapi ia menggemari kehidupan beragama dan belajar.

Masjid Bibi Khanym, Peninggalan Timurid

Di bawah bimbingan nya, Timur ketika berusia 20 tahun bukan saja mahir dalam kegiatan-kegiatan fisik (berkuda, bertarung, dsb), tetapi ia juga dikenal rajin membaca Al-Quran. Pada masa itu, ia disebutkan telah menunjukkan sifat-sifat yang ramah dan mudah bersimpati.

Di kota Tirmidz, Timur mendapat pendidikan agama islam dari Sayyid Baraka yang juga merupakan seorang ulama dan Ahlul Bayt. Tetapi, ulama yang menjadi penasihat bidang keislaman dari Kerajaan nya kelak adalah Abdul Jabar Khwarazmi, yang merupakan seorang Sunni - Mazhab Hanafi.

Sejarah
Dari tahun 1363 M, Timur menaklukkan sebagian besar Asia Tengah, terutama Transoxiana dan Khorasan, dengan melakukan aliansi bersama penguasa Samarkand pada 1366, dan Balkh pada 1369. Ia kemudian didaulat sebagai pemimpin mereka pada tahun 1370.

Bertindak resmi atas nama Chagatai khan, dia menaklukkan seluruh Transoxania dan Khwarazm di tahun-tahun berikutnya. 

Gambaran Ekspedisi Militer Timur ke Kota Balkh 1370

Perlahan kemudian, Timur berhasil menguasai Chagatai Khanate bagian barat dan mengangkat dirinya sebagai Emir, yang meski secara nominal lebih rendah dari khan, namun ia memiliki kendali dalam pemerintahan Chagatai Khanate karena kekuatan ekonomi dan juga militernya. Walaupun pengaruhnya terus berkembang tetapi Timur sadar bahwa dirinya bukanlah keturunan Genghis Khan sehingga ia tidak mungkin bisa mendapatkan gelar sebagai seorang Khan dan menguasai Khanate secara resmi. karenanya ia membiarkan Khan yang mudah dikendalikan (boneka) untuk melangsungkan pemerintahan. 

Kejayaan
Timur memulai kampanye militer ke arah barat pada tahun 1380, dan menyerang berbagai negara penerus Ilkhanate. Pada 1389, ia telah menghancurkan Dinasti Kartid di Herat dan maju ke daratan Persia di mana ia menikmati banyak kemenangan. 

Diantaranta adalah dengan menguasai kota Isfahan pada 1387, menghancurkan dinasti Muzaffarid di Shiraz pada 1393, dan mengalahkan Kesultanan Jalayirid di Baghdad. Pada tahun 1394-1955, ia menang melawan Golden Horde seusai kampanye-militer di Georgia, setelah itu ia menegakkan kedaulatannya di Kaukasus.

Pada tahun 1398 ia juga menaklukkan kota Multan dan Dipalpur di Pakistan. Timur lalu memberikan wilayah India utara kepada anggota keluarga dinasti Sayyid yang menggantikan dinasti Tughlaq yang di Kesultanan Delhi. 



Wilayah Dinasti Timurid pada Puncak Kejayaannya

Delhi menjadi bawahan Timurid tetapi memperoleh kemerdekaan setelah kematian Timur. Pada tahun 1400-1401 ia menaklukkan Aleppo, Damaskus, dan Anatolia timur. Ia menghancurkan Baghdad dan pada 1402 mengalahkan pasukan Utsmani dalam Pertempuran Ankara. Ini membuatnya menjadi penguasa Muslim paling terkemuka saat itu. Sementara itu, ia mengubah Samarkand menjadi ibu kota dan pusat utama kerajaannya.

Timur mengangkat putra dan cucunya sebagai gubernur di berbagai wilayah kekaisarannya, dan setelah Ia meninggal dunia pada tahun 1405, Kerajaan nya kemudian jatuh ke dalam perselisihan dan perang saudara, membuat banyak dari wilayahnya yang memerdekakan diri.

Namun, penguasa Timurid terus mendominasi Persia, Mesopotamia, Armenia, sebagian besar Azerbaijan, Afghanistan, Pakistan, sebagian kecil dari India, dan sebagian besar Asia Tengah. Wilayah Anatolia dan Kaukasia lepas pada tahun 1430-an. 

Karena banyak nya kota-kota Persia yang hancurkan oleh perang, pusat budaya Persia sekarang berada di Samarkand dan Herat, kota-kota penting Dinasti Timurid

Keruntuhan
Kekuasaan Timurid menurun dengan cepat pada paruh kedua abad ke-15, sebagian besar disebabkan oleh tradisi Timurid yang memecah-belah kekaisaran dan pada tahun 1500, Kekaisaran Timurid yang terpecah-pecah telah kehilangan kendali atas sebagian besar wilayahnya, dan semakin mengecil pada tahun-tahun berikutnya. 

Pada dekade berikutnya, wilayah Persia, Kaukasus, Mesopotamia, dan Anatolia Timur jatuh ke tangan Shah Ismail I dari Dinasti Syiah Safawi. Juga sebagian besar wilayah Asia Tengah telah dikuasai oleh Muhammad Shaybani bangsa Uzbek, yang menaklukkan kota Samarkand dan Herat pada 1505 dan 1507 dan mendirikan Khanate Bukhara disana. 

Di wilayah Kabul, Kekaisaran Mughal didirikan pada 1526 oleh Babur, seorang keturunan Timur melalui ayahnya dan mungkin keturunan Jenghis Khan melalui ibunya. Dinasti yang ia dirikan umumnya dikenal sebagai dinasti Mughal (Mongol) meskipun langsung diwarisi dari Timurid. Pada abad ke-17, Kekaisaran Mughal memerintah sebagian besar India tetapi akhirnya menurun pada abad berikutnya. Dinasti Timurid akhirnya berakhir ketika pemerintahan nominal Mughal yang tersisa dihapuskan oleh Kerajaan Inggris.

Budaya
Meskipun Dinasti Timurid berasal dari suku Barlas yang berasal dari keturunan Turki-Mongol, mereka menggunakan budaya Persia, memeluk Islam, dan tinggal di Turkestan serta Khorasan. Dengan demikian, era Timurid memiliki karakter ganda,  berpenampilan fisik seperti Turki-Mongol namun memakai budaya Persia serta bahasa Persia sebagai bahasa resmi negara.

Bahasa
Selama era Timurid, masyarakat Asia Tengah terbagi dua, dengan tanggung jawab pemerintah dan pemerintahan dibagi menjadi wilayah militer dan sipil di sepanjang garis etnis. Paling tidak pada tahap-tahap awal, militer hampir secara eksklusif adalah Turko-Mongolia, sementara elemen sipil dan administratif hampir secara eksklusif Persia. 

Bahasa lisan yang digunakan bersama oleh semua suku Turki-Mongol di seluruh wilayah Timurid adalah bahasa Chaghatay. Meski demikian Bahasa resminya adalah tetap Bahasa Persia, yang diajarkan di sekolah – sekolah dan dituturkan oleh masyarakat perkotaan. 

Persia adalah bahasa utama administrasi, budaya, sejarah, dan sastra. Para juru tulisnya harus benar-benar mahir dalam budaya Persia, apa pun asal etnis mereka, dan bahasa Chaghatay adalah bahasa asli dari keluarga Timurid, sementara bahasa Arab berfungsi sebagai bahasa yang setara dengan sains, filsafat, teologi, dan ilmu agama.


Sastra
Sultan-raja Timurid, terutama Shāh Rukh Mīrzā dan putranya Mohammad Taragai Oloğ Beg, melindungi budaya Persia. Di antara karya sastra paling penting dari era Timurid adalah biografi Timur dalam bahasa Persia, yang dikenal sebagai Zafarnāmeh, ditulis oleh Sharaf ud-Din Ali Yazdi.

Ilustrasi dari Rose Garden of the Piousmilik Jami, tahun 1553

Selain itu, beberapa karya astronomi sultan Timurid Ulugh Beg ditulis dalam bahasa Persia, meskipun sebagian besar diterbitkan dalam bahasa Arab. 

Chagatai
Timurid juga memainkan peran yang sangat penting dalam sejarah sastra Turki. Didasari tradisi sastra Persia yang telah mapan, sastra nasional Turki dikembangkan dalam bahasa Chagatai. Penyair Chagatai seperti Mir Ali Sher Nawa’i , Sultan Husayn Bayqara, dan Zahiruddin Babur mendorong penyair berbahasa Turki lainnya untuk menulis dalam bahasa mereka sendiri.  Baburnama, adalah otobiografi Babur yang ditulis dalam bahasa Chagatai, serta puisi Mir Ali Sher Nawa'i adalah salah satu karya-karya sastra Turkik paling terkenal dan telah memengaruhi banyak karya lainnya.

Arsitektur timurid
Arsitektur Timurid adalah puncak seni Islam di Asia Tengah. Bangunan spektakuler dan megah yang didirikan oleh Timur dan penerusnya di Samarkand dan Heart membantu menyebarkan pengaruh sekolah seni Ilkhanid di India, sehingga memunculkan sekolah arsitektur Mughal (Mongol) yang terkenal. Arsitektur awal Timurid dimulai dari tempat Ahmed Yasawi di Kazakhstan saat ini dan puncaknya di makam Timur Gur-e Amir di Samarkand. 

Peninggalan Dinasti Timurid di Samarkand,

Penguasa Dinasti Timurid
Berikut ini adalah daftar penguasa Dinansti Timurid:

No
Nama Penguasa (Amir)
Tahun Berkuasa
1
Timur
1370–1405
2
Pir Muhammad ibn Jahangir
1405–1407
3
Khalil Sultan
1405–1409
4
Shahrukh Mirza
1405–1447
5
Ulugh Beg
1447–1449
Perpecahan Dinasti
1
Abdal-Latif Mirza
1449–1450
2
Abdallah Mirza
1450–1451
3
Sultan Muhammad bin Baysonqor
1447–1451
4
Ala-ud-Daulah Mirza bin Baysonqor 
?
5
Mirza Abul-Qasim Babur bin Baysonqor 
1449–1457
6
Mirza Shah Mahmud 
1457
7
Ibrahim Mirza bin Ala-ud-Daulah 
1457–1459
8
Abu Sa'id Mirza 
1451–1469
© Sejarah Islam

Share This Article :
8718423275451420981