LWxcLWJbNaR6MGJ8NGJbNWp5NCMkyCYhADAsx6J=
×
iklan banner
MASIGNCLEANSIMPLE101

Invasi Mongol ke Khwarezm - Part 1

Menurut sejarawan Persia Juzjani, Kekaisaran Mongol mulanya tidak berniat untuk menyerang Kesultanan Khwarezmid. Jenghis Khan pada awalnya mengirim pesan kepada Penguasa Khwarezmid, Ala ad-Din Muhammad, untuk menjalin perdagangan dan menyapanya sebagai tetangga:

"Saya adalah penguasa tanah matahari terbit dan Anda penguasa tanah matahari terbenam. Mari kita lakukan perjanjian persahabatan dan perdamaian."

atau dia berkata:

"Aku Khan dari negeri matahari terbit saat kau menjadi Sultan di negeri matahari terbenam: Mari kita lakukan perjanjian persahabatan dan perdamaian."

Penyatuan suku-suku nomaden di Mongolia, dan penyatuan suku-suku nomaden lainnya disekitar Mongolia oleh Jenghis Khan terjadi dengan pertumpahan darah yang relatif kecil, dan hampir tanpa ada kerugian materi.

Patung Jenghis Khan

Namun perang Mongol dengan Dinasti Jin China, telah menunjukkan bahwa bangsa Mongol sangat kejam dan brutal. Shah Muhammad menyetujui perjanjian damai ini dengan berat hati, tetapi perjanjian ini tidak berlangsung lama. 

Perang bermula kurang dari setahun kemudian, ketika kafilah Mongol dan utusannya dibantai di kota Otrar, Kesultanan Khwarezm. Dalam perang berikutnya, yang berlangsung kurang dari dua tahun, Kekaisaran Khwarezm dihancurkan.

Asal-usul konflik

Setelah kekalahan Kara-Khitan, Kekaisaran Mongol Jenghis Khan kini berbatasan langsung dengan Kesultanan Khwarezmid , yang diperintah oleh Shah Ala ad-Din Muhammad. 

Shah baru-baru ini menguasai beberapa wilayah dan memperluas wilayah kekuasaan nya, dan dia juga sibuk dengan perselisihan dengan ke Khalifah di Baghdad, An-Nasir. Shah telah menolak untuk memberikan penghormatan wajib kepada khalifah sebagai pemimpin Islam, dan menuntut pengakuan sebagai Shah kerajaannya tanpa syarat apapun. Hal Ini telah menciptakan masalah baginya di sepanjang perbatasan bagian selatan. 

Sejarawan Mongol bersikeras bahwa Khan Agung pada waktu itu tidak berniat menyerang Kesultanan Khwarezmid, dan hanya tertarik pada perdagangan dan kemungkinan aliansi. Shah Khwarezm sangat curiga dengan keinginan Jenghis untuk perjanjian perdagangan, dan pesan dari duta besar Shah di Zhongdu (Beijing) Cina, menggambarkan kekejaman bangsa Mongol ketika mereka menyerang kota itu selama perang mereka dengan Dinasti Jin.
Yang lebih menarik adalah bahwa khalifah Baghdad telah mencoba untuk memicu perang antara Mongol dan Khwaream beberapa tahun sebelum invasi Mongol benar-benar terjadi. Upaya persekutuan dengan Jenghis ini dilakukan karena perselisihan antara Khalifah An-Nasir dan dan Shah Khwarezm, tetapi Jenghis Khan tidak tertarik dengan aliansi tersebit, terlebih pada saat itu Jenghis Khan sedang berperang melawan Dinasti Jin, China.

Jenghis kemudian mengirim kafilah dagang yang  terdiri dari 500 orang Islam, untuk menjalin hubungan dagang resmi dengan Khwarezm. Namun Inalchuq yang merupakan Gubernur kota Otrar, Khwarezm, memerintahkan agar kafilah dagang yang datang dari Mongolia ditangkap, dan mengklaim bahwa kafilah dagang tersebut merupakan mata-mata yang berkonspirasi melawan Khwarezm. 

Namun, sepertinya tidak mungkin bahwa anggota delegasi perdagangan adalah mata-mata, dan juga mustahil Jenghis Khan berupaya memulai konflik dengan Kekaisaran Khwarezm hanya dengan kafilah dagang saja, mengingat dia membuat kemajuan yang signifikan melawan Dinasti Jin di China utara pada waktu itu.

Jenghis Khan kemudian mengirim kelompok kedua yang terdiri dari 3 (tiga) duta besar (satu Muslim dan dua orang Mongol) untuk menemui Syah dan meminta kafilah dagang di Otrar dibebaskan dan meminta gubernur Otrar diserahkan untuk dihukum. 

Shah memerintahkan agar kedua orang Mongol tersebut digunduli dan yang Muslim dipenggal dan mengirim mereka kembali ke Jenghis Khan. Shah juga memerintahkan agar seluruh kafilah dagaang dieksekusi. Ini dianggap sebagai penghinaan besar bagi Khan sendiri, yang berpandangan bahwa “Duta Besar" tidak boleh dihinakan / dibunuh. Penghinaan ini dijawab oleh Jenghis Khan dengan menyerang dinasti Khwarezmian. Bangsa Mongol melintasi pegunungan Tian Shan, datang ke Khaream pada tahun 1219.

Penyerangan

Setelah mengumpulkan informasi dari banyak sumber intelijen, terutama dari mata-mata di sepanjang Jalur Sutra , Jenghis Khan mempersiapkan pasukannya dengan hati-hati, dan diorganisir secara berbeda dari sebelumnya.

Yaitu dengan menambahkan unit pendukung pada pasukan berkuda, dan memasukan banyak taktik peperangan dari Cina, khususnya dalam taktik pengepungan. Ia juga membagun peralatan pengepungan seperti battering ram (pendobrak), bubuk mesiu, dan siege bow (pemanah) besar yang mampu melesatkan  anak panah yang panjangnya 6 (enam) meter.

Juga, jaringan intelijen Mongol sangat tangguh. Bangsa Mongol tidak pernah menginvasi lawan sebelum menyelidiki kemampuan militer, keadaan wilayah, dan ekonomi secara menyeluruh dan lengkap. Sebagai contoh, Subutai dan Batu Khan menghabiskan waktu 1 (satu) tahun untuk menjelajahi Eropa tengah, sebelum menghancurkan pasukan Hungaria dan Polandia dalam dua pertempuran terpisah.
Pada Invasi Khwarezm, Khan pertama-tama melakukan taktik serangan tidak langsung yang akan menjadi ciri khas starategi perang Mongol berikutnya. Khan membagi pasukannya, dan mengirim sebuah pasukan dengan tugas semata-mata hanya untuk menemukan dan membunuh Syah. Pasukan Mongol yang telah terbagi menghancurkan pasukan Shah sedikit demi sedikit, dan memulai kehancuran total negara itu.

Pertempuran Valiyan (1221)

Tentara Shah, yang berjumlah antara 40.000 hingga 200.000 (kebanyakan penjaga benteng kota),  tersebar di antara berbagai kota besar, Shah juga melarang pasukan elit ditempatkan di dekat Ibu Kota (Samarkand) sebagai pasukan cadangan. Shah khawatir, jika pasukannya ditempatkan dalam satu unit besar di bawah struktur komando tunggal, mungkin akan berbalik melawannya. 

Terlebih dengan adanya laporan dari Cina yang mengatakan bahwa bangsa Mongol bukan ahli dalam perang pengepungan, dan mengalami masalah ketika mencoba untuk menguasai wilayah yang dibentengi. 

Keputusan Shah tentang terbukti menjadi malapetaka ketika serangan berlangsung, pasukan Mongol dengan cepat, dan dengan kekuatan besar, berhasil menghancurkan pasukan Shah.

Kelemahan dan perpecahan Khwarezmian

Selain memiliki jumlah pasukan yang besar, Mongol juga memiliki lebih banyak pasukan pemanah berkuda, bangsa Mongol diuntungkan oleh kerapuhan Khwarezm. 

Meskipun sering dianggap sebagai negara yang kuat dan bersatu, sebagian besar wilayah Shah adalah wilayah yang baru saja ditakhlukkan, sehingga Syah merasa tidak dapat memercayai sebagian besar pasukannya. 

Hal  ini kemudian membuat Syah harus membagi mereka di kota-kota untuk diperintahkan oleh gubernur setempat yang bertindak secara otonom. Tidak ada upaya untuk menyatukan strategi besar antar provinsi atau menyatukan sejumlah besar pasukan untuk bersama – sama melawan penjajah.

Kurangnya persatuan dan nasionalisme di kekaisaran mengakibatkan sebagian besar pasukan Shah enggan untuk berjuang mempertahankan wilayahnya. Menurut Ibn al-Athir, ketika Bukhara diserang, sebagian besar pasukan Khwarazm  kabur meninggalkan kota.

Madrasah Kukaldash di Tashkent

Ketika Samarkand kemudian diserang, sebagian pasukan di kota mengkhianati Shah, dan berkata: "Kami adalah ras mereka. Mereka tidak akan membunuh kami." Pasukan yang berkhianat  menyerah hanya dalam empat hari pengepungan dan membukakan pintu gerbang kota itu kepada orang-orang Mongol. Namun mereka dieksekusi bersama dengan sebagian besar penduduk kota tanpa pandang bulu. Hal itu sangat mengejutkan mereka. 

Kota Balkh menyerah tanpa perlawanan. Kota Merv menyerah setelah tujuh hari, dan mereka semua juga dieksekusi, sekali lagi  membuat mereka terkejut. Satu-satunya kota besar yang diketahui melakukan perlawanan sengit adalah Otrar, yang berhasil bertahan selama 6 (enam) bulan sebelum akhirnya dikuasai oleh tentara Mongol di dengan jumlah korban yang sangat besar  dari kedua belah pihak. Ibn Al-Athir mengklaim bahwa jumlah korban dipihak Mongol jauh lebih besar ketimbang pasukan yang mempertahankan kota tersebut.

Kondisi Khwarezm

Keuntungan lain bagi bangsa Mongol adalah bahwa, Dinasti Khwarezmia kurang membentengi kota-kota nya dengan baik, dibandingkan dengan Cina, Korea, Eropa, dan banyak daerah lainnya Di sebagian besar kekaisaran tidak ada sistem benteng di luar tembok kota-kota besar, dan bahkan kota-kota paling penting seperti Samarkand dan Otrar memiliki tembok yang dibangun dari batu bata yang dapat dengan mudah ditembus dengan alat-alat pengepungan Mongol.

Populasi kekaisaran juga kebanyakan terkonsentrasi di kota-kota besar, terlebih jumlah kota-kota besar Dinasti Khwarezm tidak begitu banyak, hal ini yang membuat penaklukan bangsa Mongol atas Khwarezm berlangsung cepat. 

Populasi Kekaisaran Khwarezm diperkirakan mencapai 5 juta orang pada saat invasi, dibandingkan luas wilayah nya yang mencapai lebih dari 1 juta km persegi, kepadatan penduduk nya terbilang rendah, hanya sekitar 4-5 orang per km2.

Pasukan Khwarezmian terdiri dari sekitar 40.000 pasukan berkuda, sebagian besar adalah bangsa Turki. Pasukan Reguler ada di kota-kota besar, tetapi memiliki kualitas yang buruk, dan Shah kesulitan mengumpulkan mereka dalam waktu singkat. 

Bersambung …

Baca kelanjutannya di INVASI MONGOL KE KHWAREZM – PART 2


Referensi :
http://www.allempires.com/article/index.php?q=kwarezm_shah_empire
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Khwarazmian_dynasty
https://en.wikipedia.org/wiki/Mongol_conquest_of_Khwarezmia
Share This Article :
8718423275451420981