LWxcLWJbNaR6MGJ8NGJbNWp5NCMkyCYhADAsx6J=
×
iklan banner
MASIGNCLEANSIMPLE101

Dinasti Khwarezm

Dinasti Khwarezm (1077-1231) atau dikenal juga sebagai Dinasti Anushtegin, merupakan Dinasti Muslim Sunni yang berasal dari Asia Tengah. Wilayahnya meliputi  sebagian besar Asia Tengah dan juga Persia. Pada puncak kejayaannya, luas Dinasti ini mencapai hingga 3,6 juta kilometer persegi.


Wilayah Kerajaan Khwarezm

Asal-usul Dinasti ini berawal dari Anushtegin, yang merupakan seorang perwira istana dari Kesultanan Seljuk Raya. Putranya, Qudbaddin Mohammed, diangkat sebagai gubernur provinsi Khwarzem oleh Sultan Seljuk pada tahun 1098.

Selama masa kepemimpinannya, ia memantapkan posisi keluarganya di wilayah itu dan setelah ia meninggal pada tahun 1128, Atsiz yang merupakan Putranya, diangkat sebagai gubernur oleh Sultan Seljuk Sanjar.

Atsiz adalah penguasa yang kejam, dia mengenakan pajak yang tinggi kepada rakyatnya dan bahkan memulai pemberontakan dengan mengambil posisi strategis di wilayah itu. Sultan Sanjar meresponnya dengan melakukan 3 serangan terhadap Atsiz, dan berhasil mengalahkannya, namun Sanjar tetap membiarkannya untuk memerintah wilayah itu, karena khawatir munculnya ancaman baru dari Kara-Khitai.

Pada Tahun 1141, pada pertemouran Qatwan, pasukan Sanjar dihancurkan oleh Kara-Khitai. Atsiz kemudian mendeklarasikan kemerdekaannya (dari Provinsi Seljuk menjadi Vassal) dengan tetap meminta pelindungan kepada Kesultanan Seljuk. Setelah Atsiz meninggal pada 1156, ia digantikan oleh putranya, Il-Arslan.

Bangkitnya Khwarezm

Setelah kematian Sanjar pada 1157, Il-Arslan memproklamasikan kemerdekaannya (dari Vassal Seljuk menjadi Kerajaan Independen), mengalahkan Kara-Khitai dan Qarakhanids dan merebut kota-kota penting Transoxian seperti Bukhara dan Samarkand. Dia wafat pada tahun 1172 dan putranya Ala Ad-Din Takish menjadi Shah Khwarezm yang baru.

Ala Ad-Din Takish adalah penguasa yang cerdas dan jenderal yang baik. Dia mengalahkan Kara-Khitai dan membawa Kipchaks di bawah kekuasaan Khwarezm. Dia menginvasi Khorasan pada tahun 1183 dan menghancurkan Seljuk Irak pada tahun 1194.

Dia menghabiskan tahun-tahun terakhirnya dalam pertempuran dengan pemberontak dan merebut benteng Arslan-Gusha, yang merupakan benteng strategis. Dia wafat pada tahun 1200 dan putranya Ala-Ad-Din Mohammed menggantikannya duduk di takhta Khwarezm.

Tahun-tahun awal pemerintahan Ala Ad-Din Muhammad dihabiskan untuk melawan saudara-saudaranya sendiri. Seteleh memenangkan perebutan Tahta, Ala ad-Din Muhammad  kemudian melakukan serangan ke Ghurid India, tapi dikalahkan di Amu Darya (1204).

Setelah itu, Muhammad meminta bantuan dari Kara-Khitai, dengan bantuan tersebut, Muhammad memenangkan peperangan atas Ghorid di Hezarasp (1204) dan memaksa mereka keluar dari Khwarezm. Sayangnya, aliansi Al-ad-Din Muhammad dengan Kara-Khitai  hanya berumur pendek. 

Dia kembali memulai konflik dan berperang melawan Kara-Khitai, kali ini dengan bantuan Kara-Khanid, ia berhasil mengalahkan pasukan Kara-Khitai di Talas, tetapi membiarkan Samarkand diduduki oleh Kara-Khitai. 

Setelah itu, ia menggulingkan Kara-Khitai (1212), Kara-Khanid (1212) dan Ghurids (1215). Pada tahun 1212, ia memindahkan ibukotanya dari Gurganj ke Samarkand. Dengan demikian ia berhasil menggabungkan hampir seluruh Transoxanian. Pada 1218, memiliki populasi kurang lebih 5 juta orang.

Invasi Mongol dan Berakhirnya Dianasti Khwarezm

Pada 1218, Jenghis Khan mengirim Duta Besar dengan misi dagang ke Khwarezm, tetapi ketika tiba di kota Otrar,  sang Gubernur mencurigai Duta Besar Khan sebagai mata-mata, menyita barang-barang mereka dan mengeksekusinya.


Jenghis Khan meminta ganti rugi, dan menuntut Gubernur Otrar dieksekusi, namun tuntutan tersebut ditolak oleh Shah. Jenghis Khan marah, dan mengirim pasukan dengan kekuatan 200.000 orang, melancarkan invasi secara total.

Pada bulan Februari 1220, tentara Mongol menyeberangi Syr Darya, menyerbu Bukhara , Gurganj dan ibukota Khwarezm Samarkand. Shah melarikan diri dan meninggal beberapa minggu kemudian di sebuah pulau di Laut Kaspia.


Jalal Ad-Din

Putra Ala ad-Din Muhammad, Jalal ad-Din Mingburnu menjadi Sultan baru (ia menolak gelar Shah). Dia berusaha melarikan diri ke India, tetapi orang-orang Mongol berhasil mencegatnya, dan dikalahkan di Pertempuran Indus.

Dia berhasil melarikan diri dan pergi mencari suaka di Kesultanan Delhi. Namun Penguasa Kesultanan Delhi menolaknya demi menghormati hubungan dengan Khalifah Abbasiyah. Akhirnya ia Kembali ke Persia, mengumpulkan pasukan dan mendirikan kembali sebuah Kerajaan. Namun, ia  hanya menghabiskan sisa hidupnya disana dengan berperang melawan bangsa Mongol. 

Dia kehilangan kekuasaannya dalam pertempuran melawan bangsa Mongol di Pegunungan Alborz, melarikan diri ke Kaukasus, ia kemudian menguasai Azerbaijan pada 1225 dan mendirikan ibukotanya di Tabriz.

Ia kemudian menyerang kota-kota Seljuk Rum di Anatolia Timur dan menguasai Ahlat, salah satu kota penting Seljuk. Namun ia dikalahkan oleh Sultan Seljuk Rum, Alaeddin Qaykubad I pada Pertempuran Yassi Chemen tahun 1230, dan dia dibunuh pada 1231. Dengan kematiannya, maka Dinasti Khwarzem berakhir

Tentara Bayaran

Meskipun orang-orang Mongol telah menghancurkan Kekaisaran Khwarezm pada tahun 1220, banyak orang Khwarez yang selamat dengan bekerja sebagai tentara bayaran di Irak utara. Pengikut Sultan Jalal ad-Din tetap setia kepadanya bahkan setelah kematiannya pada tahun 1231, dan menyerbu tanah Seljuk di Jazira dan Suriah selama beberapa tahun berikutnya. Mereka menyebut diri mereka sebagai Khwarezmiyya.

Sultan Ayyubi as-Salih Ayyub di Mesir, kemudian menyewa mereka untuk melawan pamannya, As-Salih Ismail. Khwarezmiyya  menuju selatan dari Irak menuju Mesir, menyerbu Yerusalem yang dikuasai Tentara Salib di sepanjang jalan, pada 11 Juli 1244.

Benteng kota, Menara Daud, dikuasai pada 23 Agustus, dan penduduk Kristen di kota itu diusir. Hal Ini memicu seruan dari Eropa untuk Perang Salib Ketujuh, tetapi Tentara Salib tidak akan pernah lagi berhasil merebut kembali Yerusalem. Setelah ditaklukkan oleh pasukan Khwarezmian, kota ini tetap berada di bawah kendali Muslim sampai 1917, ketika Inggris mengambilnya dari Kesultanan Utsmaniyah.

Setelah merebut Yerusalem, pasukan Khwarezmian terus ke selatan, dan pada 17 Oktober bertempur di pihak Ayyubiyah di Pertempuran La Forbie, sebuah desa di timur laut Gaza, dan menghancurkan sisa-sisa pasukan Tentara Salib di sana.

Sisa-sisa Khwarezmiyya Muslim bertugas di Mesir sebagai tentara bayaran Mamluk, dan Tawanan perang Khwarizmi berasimilasi dengan Mongol, membentuk klan Mongolia modern Sartuul.

Para Pemimpin Khwarezm

1. Qudbaddin Mohammed        (1098 - 1128)
2. Atsiz                                (1128 - 1156)
3. Il-Arslan                           (1156 - 1172)
4. Sultanshah                        (1172 - 1193)
5. Alaeddin Takish                  (1172 - 1200)
6. Alaeddin Mohammed            (1200 - 1220)
7. Jalal-Al-Din Khwarezmshah   (1220 - 1231)


Referensi :
http://www.allempires.com/article/index.php?q=kwarezm_shah_empire
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Khwarazmian_dynasty
https://en.wikipedia.org/wiki/Mongol_conquest_of_Khwarezmia

Share This Article :
8718423275451420981